
RollingStock.ID – PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) berencana melakukan Penawaran Umum Terbatas (PUT) untuk Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I (PM-HMETD I), dengan nilai emisi maksimal Rp3,26 triliun.
Berdasarkan keterangan resmi PACK yang diterbitkan di Jakarta, Jumat (2/1), emiten yang dahulu bernama PT Solusi Kemasan Digital ini menawarkan sebanyak-banyaknya 32.586.939.356 Obligasi Wajib Konversi (OWK) bernilai nominal Rp10 per unit.
Mengacu pada data PT Bursa Efek Indonesia (BEI) saat ini jumlah saham yang ditempatkan dan disetor penuh PACK hanya 472.810.488 lembar. Dengan demikian, potensi dilusi kepemilikan bagi pemegang saham mencapai 95,33 persen.
Manajemen PACK menyampaikan, setiap pemegang lima saham lama yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) perseroan pada 13 Januari 2026 berhak memperoleh 102 HMETD. Setiap satu HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu OWK seharga Rp100 per unit.
Maka pada aksi korporasi ini, PACK akan meraup dana dari investor mencapai maksimal Rp3,26 triliun atau tepatnya Rp3.258.693.935.600. Patut diingat, OWK ini tidak dijamin dengan jaminan khusus, tetapi dijamin dengan seluruh harta kekayaan PACK, baik yang sudah ada maupun yang aka nada di kemudian hari menjadi jaminan bagi pemegang OWK.
Adapun OWK dalam PM-HMETD I ini diterbitkan tanpa bunga atau kupon dan dapat diperdagangkan, namun tidak dicatatkan di BEI. Konversi dari OWK menjadi saham biasa dapat dilakukan sejak satu hari kerja setelah tanggal penerbitan hingga tiga hari kerja sebelum Tanggal Pelunasan Pokok OWK, yaitu pada 21 Januari 2027.
Ketentuannya, setiap satu OWK akan dikonversi menjadi satu saham baru. Saham baru yang diterbitkan sebagai hasil konversi OWK adalah saham biasa atas nama bernilai nominal Rp10 per saham.
Saham hasil konversi OWK akan dicatatkan di BEI. Pemegang OWK tidak melakukan pembayaran dalam bentuk apapun kepada PACK untuk melaksanakan konversi OWK menjadi saham biasa perseroan. Jika sampai dengan Tanggal Akhir Konversi masih ada pemegang OWK yang belum mengajukan konversi, maka Biro Administrasi Efek (BAE) akan melakukan proses konversi secara otomatis.
Sebelumnya, PT Eco Energi Perkasa sebagai pemegang saham utama (47,16%) PACK menyampaikan bahwa pihakhya akan memperoleh 15.369.370.200 HMETD dan akan mengeksekusi seluruh haknya untuk membeli OWK yang ditawarkan. Jika OWK yang ditawarkan tidak seluruhnya diambil oleh pemegang HMETD porsi publik, maka sisanya akan dialokasikan kepada pemegang HMETD lainnya.
Apabila setelah alokasi tersebut masih ada sisa HMETD yang belum dilaksanakan, maka Eco Energi Perkasa sebagai pembeli siaga akan mengambil OWK yang tersisa untuk keperluan pelunasan kewajiban pembayaran dengan jumlah maksimal 12.904.655.400 dari sisa unit OWK (Rp1,29 triliun atau setara USD77,03 juta).
Patut dicatat, cum HMETD di pasar reguler dan pasar negosiasi pada 9 Januari 2026, sedangkan ex HMETD di pasar reguler dan pasar negosiasi pada 12 Januari 2026. Pendistribusian HMETD secara elektronik (Tanggal Emisi) pada 14 Januari 2026, pencatatan HMETD di BEI pada 15 Januari 2026 dan periode perdagangan pada 15-22 Januari 2026.
Rencananya, sebesar 86,93 persen (Rp2,83 triliun) dari dana hasil PM-HEMTD I akan dialokasikan untuk penyaluran dana melalui penyetoran modal dan pemberian pinjaman kepada entitas anak, yaitu APR dan SCR untuk keperluan pembayaran pembelian saham pada KS dan KKU.
Adapun sisanya sebesar 13,07 persen akan digunakan untuk memenuhi keperluan modal kerja PACK berupa biaya operasional, yaitu gaji manajemen dan karyawan, sewa kantor, perlengkapan kantor, biaya profesional/konsultan, termasuk jasa audit, perpajakan dan biaya lainnya sehubungan dengan kegiatan PACK sebagai holding company. (Milva Sary)
