Porsi Pengendali MMLP Naik Jadi 91,44% di Saat OJK Dorong Free Float 10%

mmlp

RollingStock – Pemegang saham pengendali (PSP) PT Mega Manunggal Properti Tbk (MMLP), yakni PT Saka Industrial Arjaya memutuskan untuk memborong saham MMLP pada 30 Desember 2025 di tengah rencana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang akan menaikkan batas minimal free float di 2026 sebesar 10 persen.

Aksi pembelian saham MMLP olehh Saka Industrial Arjaya sebesar 7,77 persen tersebut tercatat dalam data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) yang diterbitkan Jumat (2/1). Data itu terkait Pelaporan Total Kepemilikan Investor di Atas 5 persen di semua sub rekening Efek (SRE) yang tergabung dalam single investor identification (SID) per 30 Desember 2025.

Pada 30 Desember 2025, Saka Industrial Arjaya tercatat melakukan pembelian saham MMLP sebanyak 534.813.870 lembar, sehingga saat ini kepemilikannya menjadi sebanyak 6.299.185.199 saham atau setara dengan 91,44 persen.

Dengan demikian, kepemilikan  investor publik di MMLP hanya sebesar 8,56 persen atau masih berada di atas batas minimimal free float yang berlaku saat ini sebesar 7,5 persen. Secara jumlah, kepemilikan saham masih jauh berada di atas batas minimal 50 juta lembar saham.

Sekadar informasi, sehari sebelumnya atau 29 Desember 2025 kepemilikan Arjaya Industrial Arjaya di MMLP sebanyak 5.764.371.329 saham atau sebesar 83,67 persen dari jumlah saham ditempatkan disetor penuh perseroan.

Aksi beli yang dilakukan pengendali MMLP tersebut berlangsung di tengah rencana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) yang sedang mendorong batas minimal saham free float menjadi 10 persen dari jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh emiten.

Saat membuka perdagangan di BEI, Jumat (2/1), Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi menyampaikan bahwa penerapan free float minimal 10 persen akan diberlakukan pada tahun ini atau fase pertama menuju 25 persen hingga 30 persen di masa mendatang.

“(Penerapan free float) secepatnya. Di tahun ini harus, tetapi tentunya free float ini harus ada persiapan yang matang dan harus berjenjang,” kata Inarno di Jakarta, Jumat (2/1) ketika ditanya mengenai waktu yang tepat untuk penerapan free float minimal 10 persen dari jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh emiten. (Satya Darmawan)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top