
RollingStock.ID – PT BCA Sekuritas menetapkan nilai wajar saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) sebesar Rp2.340 per saham, sejalan dengan proyeksi pertumbuhan pendapatan (CAGR) emiten milik taipan Prajogo Pangestu ini yang sebesar 38,6 persen di periode 2024-2029.
Menurut analis BCA Sekuritas, Muhammad Fariz dalam riset terbarunya yang dikutip Sabtu (3/1), penetapan fair value di level 2.340 tersebut didasari oleh proyeksi pertumbuhan kinerja anak usaha usaha PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) ini yang dinilai memasuki fase entering hyper growth stage period.
Apabila mengacu pada posisi saham CDIA di penutupan perdagangan 2 Januari 2025 yang berada di level 1.715, maka saat ini terdapat potensi upside mencapai 36,44 persen. Selama sepekan, harga saham tercatat menguat 2,39 persen, namun dalam sebulan terakhir sudah terkoreksi 13,82 persen.
Fariz memproyeksikan, pendapatan CDIA meningkat dengan CAGR 38,6 persen dari USD102 juta pada 2024 menjadi USD523 juta di 2029. Pada periode yang sama, EBITDA diperkirakan bertumbuh dengan CAGR 87 persen dari USD10,8 juta menjadi USD 246 juta.
Dia menjelaskan, kontribusi utama terhadap proyeksi kinerja berasal dari beberapa segmen bisnis. Sektor energi diprediksi bertumbuh dengan CAGR 21,9 persen di periode 2024-2029, lantaran terkatrol penjualan listrik dengan CAGR 20,4 persen dan penjualan bahan bakar sebesar 30,7 persen.
Selain itu, segmen ini juga terkait dengan rencana pembangunan pabrik Chlor Alkali–Ethylene Dichloride (CA-EDC) yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2027. Sementara itu, bisnis pelabuhan dan penyimpanan diproyeksikan mencatatkan pertumbuhan CAGR 112,6 persen pada periode yang sama.
Lebih lanjut Fariz mengungkapkan, proyeksi pertumbuhan tersebut dikaitkan dengan potensi akuisisi aset pelabuhan dan penyimpanan di pasar regional pada 2026 dan adanya rencana pengoperasian pipa kimia baru (C2) pada 2027. BCA Sekuritas juga mencatat rencana transformasi CDIA melalui diversifikasi sumber pendapatan.
Saat ini sebesar 90 persen pendapatan CDIA berasal dari sektor energi, sedangkan kontribusi dengan kontribusi dari pelabuhan/penyimpanan dan logistik masing-masing sebesar 5 persen. Dalam kurun tiga hingga lima tahun ke depan, komposisi pendapatan ditargetkan menjadi lebih seimbang, yakni 47 peren dari energi, 40 persen dari pelabuhan/penyimpanan dan sebesar 13 persen dari logistik.
Pada sisi struktur pemegang saham, CDIA dimiliki TPIA sebesar 60 persen, Phoenix Power BV sebesar 30 persen dan publik sebesar 10 persen. CDIA beroperasi di kawasan industri Cilegon dengan luas sekitar 2.666 hektare dan melayani lebih dari 1.800 pelanggan, dengan fasilitas yang mencakup infrastruktur energi, air, pelabuhan dan penyimpanan, serta logistik. (Rahmat A Candra)
