Menkeu Purbaya Berambisi Jangkau Pertumbuhan Ekonomi 6% di 2026

purbaya

RollingStock.ID – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa meyakini pertumbuhan ekonomi di tahun fiskal 2026 bisa mencapai 6 persen atau jauh lebih tinggi dibandingkan asumsi di APBN 2026 yang sebesar 5,4 persen.

Purbaya menilai, target pertumbuhan ekonomi hingga 6 persen tersebut terbilang realistis, karena Kementerian Keuangan akan melakukan percepatan belanja pemerintah, penguatan koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter (Bank Indonesia), serta pengurangan hambatan usaha.

“Sekarang saya bisa berbicara lebih yakin. Tahun 2026 ekonomi bisa tumbuh 6 persen. Walaupun di APBN 5,4 persen, saya akan dorong ke 6 persen, karena kebijakan fiskal dan moneter sekarang semakin sinkron,” kata Purbaya di Jakarta, Rabu (31/12).

Dia mengatakan, pemerintah tidak akan terpaku pada asumsi pertumbuhan ekonomi di UU APBN 2026 dan akan mendorong pertumbuhan lebih tinggi sejak awal tahun. Menurut Purbaya, ruang untuk mencapai pertumbuhan 6 persen masih terbuka, terutama jika pemerintah pusat dan daerah bisa mempercepat realisasi belanja, serta didukung kebijakan moneter.

Purbaya menjelaskan, koordinasi antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia dalam satu bulan terakhir sudah jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya. Salah satu langkah yang ditempuh adalah penempatan kas pemerintah ke perbankan sejak September 2025 sebesar Rp200 triliun dan kemudian ditambah Rp76 triliun.

Dana tersebut diharapkan Purbaya bisa meningkatkan likuiditas dan mendorong penyaluran kredit ke sektor riil, termasuk melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), walaupun sebagian dana sudah ditarik kembali untuk belanja pemerintah.

Selain kebijakan makro, pemerintah juga mendorong penyelesaian hambatan investasi melalui Satuan Tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah (P2SP). Menkeu menyebut, satgas akan secara rutin mempertemukan pelaku usaha dengan regulator untuk menindaklanjuti aduan, termasuk dari investor asing.

Terkait risiko global yang tetap menantang, Purbaya optimistis perekonomian Indonesia tetap positif dan pemerintah akan memperkuat ekonomi domestik. “Geopolitik di luar kendali saya. Kalau ekonomi domestik bisa dijaga, yang kontribusinya sekitar 90 persen, seharusnya kita relatif aman,” tegasnya. (Milva Sary)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top