
RollingStock.ID – Pada Desember 2025 terjadi inflasi year-on-year mencapai 2,92 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 109,92. Inflasi secara y-o-y tertinggi untuk tingkat provinsi terjadi di Provinsi Aceh yang sebesar 6,71 persen dengan IHK 114,4.
Berdasarkan pengumuman Badan Pusat Statistik (BPS) pada Senin (5/1), inflasi terendah terjadi di Provinsi Sulawesi Utara yang hanya 1,23 persen dengan IHK 108,6. Inflasi pada Desember 2025 didorong oleh kenaikan harga yang ditunjukkan oleh peningkatan sebagian besar indeks kelompok pengeluaran.
Untuk kelompok makanan, minuman dan tembakau mengalami inflasi sebesar 4,58 persen, sedangkan kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,66 persen, sementara itu kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga mengalami inflasi 1,62 persen.
Kenaikan juga terjadi pada kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,2 persen, kelompok kesehatan sebesar 1,83 persen, kelompok transportasi sebesar 1,23 persen, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 1,17 persen.
Selanjutnya, kelompok pendidikan sebesar 1,22 persen dan kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran sebesar 1,46 persen. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatatkan inflasi tertinggi dengan kenaikan sebesar 13,33 persen. Sementara itu, kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan mengalami penurunan indeks sebesar 0,28 persen.
Secara bulanan, tingkat inflasi month-to-month (m-to-m) pada Desember 2025 tercatat sebesar 0,64 persen, sedangkan inflasi year-to-date (y-t-d) hingga Desember 2025 mencapai 2,92 persen. Untuk komponen inti, tingkat inflasi y-o-y pada Desember 2025 sebesar 2,38 persen. Inflasi inti secara m-to-m sebesar 0,2 persen, sedangkan inflasi y-t-d komponen inti sebesar 2,38 persen. (*)
Penulis: Milva Sary
Editor: Milva Sary
