
RollingStock.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional pada Desember 2025 mengalami kenaikan sebesar 2,83 persen secara tahun ke tahun (year-on-year). Kenaikan ini mencerminkan adanya peningkatan harga pada berbagai komoditas di tingkat perdagangan besar di 2025, terutama yang berkaitan dengan kebutuhan dasar dan sektor primer.
Berdasarkan pengumuman BPS di Jakarta, Senin (5/1), kenaikan IHPB tertinggi secara y-o-y terjadi pada Seksi Hasil Pertanian, Kehutanan dan Perikanan yang meningkat 7,66 persen. Kondisi ini menunjukkan adanya tekanan harga yang cukup kuat pada komoditas hasil alam, seiring dengan dinamika pasokan, cuaca dan meningkatnya permintaan. Sebaliknya, penurunan indeks tercatat pada Seksi Bijih Besi dan Mineral, serta Listrik, Gas dan Air yang menurun 0,26 persen.
Jika melihat dari sisi perkembangan bulanan, IHPB Desember 2025 mengalami kenaikan 0,85 persen dibandingkan November 2025 (month-to-month). Sementara itu, secara tahun kalender (year-to-date), IHPB juga tercatat meningkat 2,83 persen, sejalan dengan pergerakan tahunan yang menunjukkan tren kenaikan harga secara konsisten di sepanjang tahun.
Sejumlah komoditas tercatat mengalami kenaikan harga secara y-o-y pada Desember 2025. Komoditas tersebut antara lain, beras biasa, cabai merah, jagung, bawang merah, cabai rawit, serta sigaret kretek mesin (SKM). Kenaikan harga komoditas pangan ini berkontribusi signifikan terhadap peningkatan indeks, mengingat peran strategisnya dalam struktur konsumsi dan perdagangan nasional.
Secara m-to-m, beberapa komoditas juga menunjukkan kenaikan harga yang cukup menonjol. Cabai rawit, bawang merah, telur konsumsi ayam ras, dan daging ayam ras menjadi komoditas utama yang mendorong kenaikan IHPB pada Desember 2025 dibandingkan sebulan sebelumnya. Fluktuasi harga pangan tersebut umumnya dipengaruhi oleh faktor musiman dan distribusi.
Pada struktur andil terhadap perubahan IHPB tahunan, Seksi Hasil Pertanian, Kehutanan dan Perikanan menjadi penyumbang dominan dengan andil sebesar 1,38 persen. Sebaliknya, Seksi Bijih Besi dan Mineral, serta Listrik, Gas dan Air memberikan andil negatif 0,01 persen, sehingga sedikit menahan laju kenaikan indeks secara keseluruhan.
Selain IHPB umum, BPS juga memotret perkembangan IHPB Kelompok Bangunan/Konstruksi yang secara y-o-y meningkat 2,06 persen pada Desember 2025. Indeks kelompok ini meningkat dari 101,26 pada Desember 2024 menjadi 103,35 pada Desember 2025. Secara m-t-m, kelompok bangunan/konstruksi naik 0,50 persen, sedangkan secara y-t-d juga tercatat meningkat 2,06 persen.
Kenaikan IHPB bangunan/konstruksi terjadi pada seluruh jenis bangunan, dengan kenaikan tertinggi pada Kelompok Bangunan Tempat Tinggal dan Bukan Tempat Tinggal sebesar 2,91 persen. Kenaikan harga bahan bangunan seperti kerikil, batu pecahan, kerangka atau kusen aluminium, pasir, dan pasir batu menjadi faktor pendorong utama, meskipun beberapa komoditas lain seperti baja tulangan, aspal, seng lembaran dan paku justru mengalami penurunan harga secara tahunan. (*)
Penulis: Milva Sary
Editor: Milva Sary
