
RollingStock.ID – PT Techno9 Indonesia Tbk (NINE) mengungkapkan perkembangan terbaru rencana akuisisi aset pertambangan Poh Group di Mongolia, termasuk kesiapan skema pengembangan melalui kerjasama Engineering, Procurement and Construction plus Finance (EPC+F).
Berdasarkan keterangan resmi NINE yang diterbitkan di Jakarta, Senin (5/1), perkembangan tersebut disampaikan kepada para pemegang saham sebagai bagian dari keterbukaan informasi atas rencana ekspansi usaha di sektor pertambangan.
Menurut Direktur Utama NINE, Nuzwan Gufron dalam laporannya tersebut, aset pertambangan di Mongolia yang dimiliki Poh Golden Ger Resources Pte Ltd akan diinjeksi ke dalam portofolio NINE. Aset ini merupakan bagian dari Poh Group yang dikendalikan Poh Kay Ping dan mencakup dua konsesi pertambangan di Mongolia.
Sebagai bagian dari persiapan pengembangan tambang, Poh Golden Ger Resources sudah menandatangani Framework Agreement for Mining Cooperation dengan kontraktor EPC+F berskala besar berbasis di Inner Mongolia, China. Kontraktor tersebut memiliki pengalaman dalam pengelolaan tambang terbuka dan bawah tanah, serta kemampuan pendanaan investasi operasional.
Kerjasama ini dirancang untuk mencakup aspek perencanaan, konstruksi hingga pembiayaan operasional tambang di Mongolia. Manajemen NINE menyebutkan, proyek ini diproyeksikan memiliki kapasitas produksi tahunan melampaui 20 juta ton. Namun, realisasi rencana ini tetap bergantung pada hasil studi kelayakan, proses uji tuntas dan pemenuhan persyaratan perizinan dan persetujuan regulator.
Selain Mongolia, NINE bersama entitas terafiliasi juga sedang menjajaki kerjasama dengan sejumlah perusahaan pertambangan di Indonesia yang memiliki izin usaha sah. Penjajakan ini mencakup beberapa komoditas mineral dan batubara, dengan tujuan memperluas basis sumber daya dan peluang usaha di dalam negeri.
Sekadar mengingatkan, sebelumnya pada 28 Desember 2025, NINE juga telah mengumumkan bahwa perseroan mengantongi opsi pembelian aset pertambangan di Mongolia dengan nilai indikatif USD150 juta dari Poh Golden Ger Resources. Opsi ini berlaku selama sembilan bulan sejak perjanjian, sedangkan nilai transaksi final akan ditentukan berdasarkan penilaian dua penilai dari Indonesia dan Australia. (*)
Penulis: Gavin D Varyn
Editor: Milva Sary
