Geopolitik Tegang & Spekulasi Pemangkasan Bunga Dorong Emas Menuju Rekor

emas

RollingStock.ID – Harga emas melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Selasa (6/1), karena terkatrol lonjakan permintaan aset safe-haven di tengah peningkatan ketegangan geopolitik global menyusul aksi Presiden AS, Donald Trump yang menculik Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. Pada saat yang sama, investor menahan posisi menjelang rilis data ketenagakerjaan AS yang dipandang krusial untuk membaca arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.

Berdasarkan laporan Reuters, emas spot tercatat meningkat sekitar 0,8 persen menjadi USD4.485,39 per ons pada pukul 01.40 WIB, setelah melonjak hampir 3 persen pada sesi sebelumnya. Kenaikan tersebut membawa harga semakin mendekati rekor tertinggi sepanjang masa di posisi USD4.549,71 per ons yang dicapai pada 24 Desember. Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Februari 2026 ditutup menguat 1% di level USD4.496,10 per ons.

Peningkatan harga emas mencerminkan pergeseran sentimen investor ke arah aset lindung nilai, seiring meningkatnya risiko geopolitik. Analis Kitco Metals, Jim Wyckoff menilai, pelaku pasar logam mulia saat ini melihat risiko yang lebih besar dibandingkan di pasar saham maupun obligasi, terutama setelah operasi militer AS di Venezuela yang memicu permintaan berkelanjutan terhadap emas dan perak.

Maduro yang digulingkan dan ditangkap pada akhir pekan lalu, pada Senin menyatakan bahwa dirinya tidak bersalah atas tuduhan bandar narkotika, setelah dibawa ke New York. Peristiwa ini menjadi katalis utama peningkatan sentimen risk-off di pasar global, memperkuat daya tarik emas sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian politik internasional.

Untuk sisi fundamental moneter, saat ini fokus investor tertuju pada laporan ketenagakerjaan bulanan AS yang akan dirilis Jumat. Data tersebut diperkirakan menunjukkan penambahan sekitar 60.000 lapangan kerja pada Desember 2025, sedikit lebih rendah dibandingkan sebulan sebelumnya dan berpotensi memperkuat ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter. Mengacu pada data LSEG, saat ini pasar memperhitungkan peluang dua kali pemangkasan Fed Funds Rate di sepanjang 2026.

Pada kondisi suku bunga yang lebih rendah, emas yang tidak memberikan imbal hasil cenderung semakin menarik bagi investor. Sepanjang 2025, harga emas telah melonjak 64,4 persen, mencatatkan kinerja tahunan terbaik sejak 1979. Morgan Stanley bahkan memproyeksikan harga emas berpotensi meningkat hingga USD4.800 per ons pada Kuartal IV-2026, didukung prospek penurunan suku bunga, perubahan kepemimpinan The Fed dan pembelian emas yang kuat oleh bank sentral maupun dana investasi global. (*)

Penulis: Rahmat A Candra

Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top