Harga Minyak Tertekan Kesepakatan AS-Venezuela, Pasar Waspadai Banjir Pasokan

minyak

RollingStock.ID – Harga minyak dunia kembali melemah untuk hari kedua berturut-turut pada Rabu (7/1) waktu setempat, seiring respons pasar terhadap kesepakatan Amerika Serikat yang akan mengimpor minyak Venezuela hingga USD2 miliar. Langkah Presiden AS, Donald Trump ini dipersepsikan akan menambah pasokan di pasar Amerika yang merupakan konsumen minyak terbesar di dunia.

Berdasarkan laporan Reuters minyak mentah Brent sebagai acuan internasional ditutup menurun 1,2 persen ke level USD59,96 per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) merosot lebih dalam sebesar 2 persen menjadi USD55,99 per barel. Pelemahan ini melanjutkan penurunan tajam pada sesi sebelumnya, ketika kedua acuan harga sudah jatuh lebih dari USD1 per barel akibat kekhawatiran pasokan global yang berlimpah.

Tekanan pasar semakin menguat setelah Trump menyatakan bahwa Venezuela akan “menyerahkan” sebanyak 30 juta-50 juta barel minyak yang sebelumnya terkena sanksi. Sumber yang mengetahui pembahasan tersebut menyebutkan, pada tahap awal kesepakatan, sebagian pengiriman minyak Venezuela ke AS kemungkinan dialihkan dari tujuan awalnya ke China.

Faktor geopolitik turut membebani sentimen, Venezuela diketahui memiliki jutaan barel minyak yang tertahan di kapal tanker dan fasilitas penyimpanan akibat blokade ekspor AS sejak pertengahan Desember 2025. Situasi memanas setelah Presiden Venezuela, Nicolas Maduro diculik AS dan klaim bahwa AS berupaya menguasai cadangan minyak Venezuela. Amerika juga menyita sebuah kapal tanker kosong berbendera Rusia yang dikaitkan dengan Venezuela di Samudra Atlantik.

Pada sisi lain, data persediaan AS hanya memberi dukungan terbatas. Stok minyak mentah AS menurun 3,8 juta barel, jauh berlawanan dengan perkiraan kenaikan. Namun demikian, lonjakan besar pada persediaan bensin dan distilat menahan optimisme pasar.

Analis memperkirakan, pasar minyak global berisiko mengalami surplus hingga 3 juta barel per hari pada paruh pertama 2026. Meski minyak Venezuela dijual dengan diskon besar, kondisi ini justru berpotensi membentuk ekspektasi harga yang lebih tinggi dalam jangka menengah. (*)

Penulis: Syafril JA Surya

Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top