
RollingStock.ID – Posisi cadangan devisa (cadev) Indonesia kembali mencatatkan penguatan signifikan pada akhir Desember 2025. Bank Indonesia (BI) melaporkan cadangan devisa mencapai USD156,5 miliar atau meningkat dibandingkan posisi per akhir November 2025 yang sebesar USD150,1 miliar.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso menyampaikan, peningkatan cadev tersebut terutama ditopang penerimaan pajak dan jasa, penerbitan sukuk global dan realisasi penarikan pinjaman pemerintah. Kombinasi sumber cadev ini memperkuat posisi likuiditas devisa nasional dan memberikan ruang yang lebih besar dalam menjaga stabilitas ekonomi.
Dengan capaian tersebut, cadev Indonesia setara dengan pembiayaan 6,4 bulan impor atau 6,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Posisi ini berada jauh di atas standar kecukupan internasional yang sebesar tiga bulan impor, sehingga memberikan bantalan yang kuat bagi perekonomian nasional.
Ramdan menyebutkan, level cadev tersebut dinilai mampu mendukung ketahanan sektor eksternal sekaligus menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan nasional. Penguatan ini juga menjadi sinyal positif bagi pasar terhadap kemampuan Indonesia dalam mengelola risiko eksternal.
Ke depan, lanjut Ramdan, BI meyakini ketahanan sektor eksternal akan tetap terjaga dengan baik. Hal ini didukung posisi cadev yang memadai, serta aliran masuk modal asing yang diperkirakan terus berlanjut, sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang tetap menarik.
Bank Indonesia juga menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah dalam menjaga ketahanan eksternal. Upaya tersebut diarahkan untuk memastikan stabilitas perekonomian tetap terjaga, guna mendukung pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan di masa mendatang. (*)
Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary
