
RollingStock.ID – PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK) diagendakan melakukan pencatatan surat utang syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Jumat (9/1), dengan nilai emisi mencapai Rp500 miliar.
Berdasarkan Pengumuman Bursa yang diterbitkan di Jakarta, Kamis (8/1), mulai 9 Januari 2026 akan dicatatkan Sukuk Wakalah Berkelanjutan I Tahap I-2025 sebesar Rp500 miliar yang diterbitkan dan ditawarkan BANK, dengan wali amanat PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP).
Sebelumnya, pada 31 Desember 2025-5 Januari 2026, BANK melakukan penawaran umum Sukuk Wakalah Berkelanjutan I Tahap I-2025 sebesar Rp500 miliar yang hanya menyasar pemodal professional.
Emiten perbankan yang berada di bawah kendali PT Aladin Global Ventures ini menargetkan total penghimpunan dana dari Sukuk Wakalah Berkelanjutan I mencapai Rp2 triliun. Surat utang syariah ini memiliki peringkat idA-sy (Single A Minus Syariah) yang diberikan Editor PT Kredit Rating Indonesia.
Sukuk Wakalah Berkelanjutan I Tahap I-2025 sebesar Rp500 miliar memiliki imbal hasil senilai Rp41,25 miliar atau ekuivalen 8,25 persen per tahun. Surat utang syariah ini bertenor 370 Hari Kalender sejak Tanggal Emisi.
Sejauh ini pendanaan BANK masih didominasi deposito jangka pendek, terutama tenor satu bulan dan tiga bulan, sedangkan portofolio pembiayaan bertenor menengah hingga panjang. Ketidakseimbangan antara tenor sumber dana dan pembiayaan ini tentunya menimbulkan maturity mismatch yang bisa meningkatkan risiko likuiditas.
Rencananya, seluruh dana yang diperolehh dari hasil penawaran sukuk wakalah ini —setelah dikurangi biaya-biaya emisi— akan digunakan untuk penyaluran pembiayaan dalam upaya mendukung kinerja BANK.
Setelah penerbitan sukuk, maka komposisi pendanaan tenor satu bulan akan menurun dari 34,9 persen menjadi 29,6 persen. Sementara itu, pendanaan jangka panjang akan meningkat, sehingga profil jatuh tempo liabilitas menjadi lebih seimbang.
Penulis: Gavin D Varyn
Editor: Milva Sary
