
RollingStock.ID – PT Pudjiadi and Sons Tbk (PNSE) mengaku, peningkatan aktivitas transaksi saham perseroan dipengaruhi adanya informasi terkait rencana transaksi penjualan aset tanah senilai Rp152,4 miliar.
Penjelasan tersebut disampaikan manajemen PNSE kepada PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tertanggal 8 Januari 2026, sebagai tanggapan emiten pemilik dan pengelola hotel The Jayakarta ini atas permintaan klarifikasi dari Bursa terkait volatilitas transaksi Efek.
Melalui surat yang ditandatangi Direktur PNSE, Ariyo Tejo, perseroan menjelaskan bahwa pada 6 Januari 2026 telah terjadi lonjakan aktivitas perdagangan saham PNSE menjadi sebanyak 1.950.800 lembar dengan frekuensi transaksi sebanyak 1.088 kali.
Angka tersebut meningkat tajam jika dibandingkan dengan hari bursa sebelumnya yang hanya mencatatkan volume transaksi 12.800 saham dengan frekuensi hanya 28 kali transaksi. Sejalan dengan itu, harga saham PNSE ditutup meningkat 5,33 persen menjadi Rp790 dari sebelumnya Rp750 per saham.
Menanggapi pertanyaan BEI mengenai adanya informasi atau fakta material yang dapat memengaruhi nilai Efek perseroan atau keputusan investasi pemodal, manajemen PNSE mengungkapkan bahwa pihaknya sudah menyampaikan keterbukaan informasi sesuai ketentuan.
Keterbukaan informasi tersebut dilakukan pada 11 Agustus 2025 dan 7 November 2025, yang berkaitan dengan rencana transaksi penjualan aset tanah yang belum dimanfaatkan. Aset tanah ini dimiliki anak perusahaan yang sahamnya dimiliki PNSE hingga sebesar 99,99 persen.
Adapun keterbukaan informasi yang disampaikan olehh perusahaan keluarga Pudjiadi ini tersebut adalah, PNSE berencana menjual aset tetap berupa tanah seluas 40.640 meter persegi milik PT Bali Realtindo Benoa kepada PT Berkat Benoa Propertindo, dengan nilai transaksi Rp152,4 miliar. Nilai transaksi ini setara 74,5 persen dari total ekuitas perseroan per 31 Desember 2025. (*)
Penulis: Gavin D Varyn
Editor: Milva Sary
