
RollingStock.ID – Selama sepekan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) mencapai Rp31,45 triliun atau melonjak 44,7 persen dibandingkan sepekan sebelumnya senilai Rp21,74 triliun.
Berdasarkan data perdagangan saham di BEI untuk periode 5-9 Januari 2026, kinerja positif juga terjadi pada rata-rata volume transaksi harian yang melambung 48,1 persen menjadi 61,78 miliar saham dari 41,72 miliar saham per hari pada pekan sebelumnya.
Menurut Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, rata-rata frekuensi transaksi harian dalam sepekan terakhir mencapai 3,98 juta kali atau melesat 42,7 persen dibandingkan dengan sepekan sebelumnya yang hanya sebanyak 2,79 juta kali transaksi per hari.
Pada perdagangan Jumat (9/1), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di level 8.936 atau menguat 2,16 persen dibandingkan akhir pekan sebelumnya di posisi 8.748. Pada Rabu (7/1), IHSG sempat menembus level psikologis 9.000 atau tepatnya di posisi 9.002, yang sekaligus menjadi level tertinggi sepanjang masa (ATH).
Dengan posisi IHSG yang berada di level 8.936, maka kata Kautsar, saat ini nilai kapitalisasi pasar (market cap) di BEI menjadi Rp16.301 triliun atau mengalami kenaikan 1,79 persen dibandingkan ketika penutupan perdagangan di akhir pekan sebelumnya Rp16.014 triliun.
Pada perdagangan Jumat, investor asing mencatatkan nilai beli bersih (all market) mencapai Rp2,56 triliun. Dengan demikian, pada tahun berjalan di 2026 sudah terjadi net foreign buy sebesar Rp3,1 triliun.
Selama sepekan terakhir, BEI menerima pencatatan tiga obligasi dan satu sukuk. PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) mencatatkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap III-2025 senilai Rp210 miliar dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap II-2025 sebesar Rp290 miliar.
Selanjutnya, PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) mencatatkan Obligasi Berkelanjutan V Tahap I-2025 sebesar Rp351,96 miliar dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) mencatatkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap I-2025 sebesar Rp500 miliar. (*)
Penulis: Gavin D Varyn
Editor: Milva Sary
