Emiten Hermanto Tanoko Mau Bagi Saham Bonus 25:12, Rekam Batas Cum Date

hermanto tanoko
Komisaris Utama PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE), Hermanto Tanoko – (Foto: Milva Sary/RollingStock)

RollingStock.ID – Perusahaan miliki crazy rich Jawa Timur, Hermanto Tanoko, yakni PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) akan membagikan saham bonus kepada para pemegang saham, dengan batas cum date di pasar reguler dan negosiasi pada 19 Januari 2026.

Aksi korporasi tersebut tentunya sedang menjadi sorotan para pelaku pasar, karena RISE memberikan tambahan saham tanpa setoran modal, dengan rasio yang terbilang besar, yaitu setiap 25 saham lama berhak atas 12 saham bonus.

Berdasarkan keterangan resmi RISE yang diterbitkan akhir pekan ini, rencana pembagian saham bonus tersebut sudah mendapatkan persetujuan melalui RUPS Luar Biasa yang digelar pada 8 Januari 2026 di Surabaya, Jawa Timur.

Perlu diketahui, saham bonus berasal dari kapitalisasi tambahan modal disetor RISE per 31 Desember 2024, dengan total nilai mencapai Rp525,36 miliar dan bernilai nominal Rp100 per saham. Pada aksi ini emiten di bawah kendali PT Tancorp Global Sentosa ini akan menerbitkan 5.253.600.000 saham bonus baru.

Setelah cum date pada 19 Januari 2026, saham RISE akan diperdagangkan tanpa hak saham bonus (ex date) di pasar reguler dan negosiasi pada 20 Januari 2026. Sementara itu, cum date di pasar tunai ditetapkan pada 21 Januari 2026 dengan ex date pada 22 Januari 2026.

Saham bonus akan diberikan kepada para investor yang namanya tercatat di Daftar Pemegang Saham (DPS) RISE pada 21 Januari 2026 pukul 16.00 WIB (recording date) dan pendistribusian saham bonus dijadwalkan pada 9 Februari 2026.

Aksi korporasi ini juga sejalan dengan langkah RISE yang akan meningkatkan struktur permodalan. Pada RUPS-LB para pemegang saham juga menyetujui peningkatan modal dasar perseroan dari Rp1,5 triliun menjadi Rp3 triliun.

Pada sisi kepemilikan, saat ini struktur pemegang saham RISE masih didominasi Tancorp Global Sentosa sebagai pemegang saham pengendali (PSP) dengan kepemilikan 80,3 persen. Porsi saham publik sebesar 19,7 persen, sehingga pembagian saham bonus ini berpotensi meningkatkan jumlah saham beredar dan likuiditas perdagangan saham RISE di pasar.

Berdasarkan praktik secara umum, dalam jangka pendek aksi RISE ini bisa mendorong peningkatan minat dan aktivitas perdagangan menjelang cum date, karena investor mengejar hak saham bonus, terlebih lagi memiliki rasio yang menarik. Setelah ex date, biasanya ada potensi koreksi harga seiring penyesuaian teknis, sehingga investor patut mencermati strategi waktu masuk dan keluar.

Sekadar informasi, pemberian saham bonus juga kerap dipersepsikan sebagai sinyal kepercayaan manajemen terhadap prospek usaha perseroan, meskipun tidak dapat disamakan dengan pembagian dividen tunai karena tidak menghasilkan arus kas langsung bagi investor.

Bagi RISE, pembagian saham bonus melalui kapitalisasi tambahan modal disetor akan memperkuat struktur permodalan tanpa arus kas keluar. Namun terjadi reklasifikasi dari tambahan modal disetor menjadi modal saham, sejalan dengan keinginan perseroan untuk meningkatkan modal dasar menjadi Rp3 triliun.

Bertambahnya jumlah saham beredar juga akan meningkatkan likuiditas saham RISE di pasar dan memperluas basis investor ritel, tetapi perseroan juga dihadapkan pada tantangan berupa potensi dilusi laba per saham (EPS) secara akuntansi. (*)

Penulis: Syafril JA Surya
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top