
RollingStock.ID – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan esok hari diperkirakan bergerak variatif di kisaran 8.000-9.000 dalam kecenderungan menurun, setelah di akhir pekan lalu ditutup menguat terbatas 0,13 persen ke level 8.936.
Penguatan IHSG di perdagangan Jumat (9/1) ditopang kenaikan harga pada 359 saham, sedangkan 318 saham menurun dan ada 137 saham yang tidak mengalami perubahan harga. Nilai transaksi tercatat Rp27,46 triliun atau menurun dibandingkan sehari sebelumnya Rp29,06 triliun.
Berdasarkan analisis yang dilakukan organisasi research and trading saham, WH Project, pergerakan IHSG secara teknikal sudah membentuk resistance 8.970, yang tercipta dalam tiga candle terakhir sejak IHSG tidak mampu bertahan di level psikologis 9.000.
“Kami memproyeksikan, hari ini IHSG berpotensi untuk bergerak mixed dalam range 8.900-9.000,” kata analis WH Project, William Hartanto dalam riset harian untuk perdagangan Senin (12/1).
Dia menyebutkan, saat ini mulai ada potensi jenuh beli maupun koreksi sehat pada IHSG, tetapi tidak mengindikasikan bahwa akan terjadi pola downtrend. “Beberapa saham big caps berpotensi menekan IHSG, seperti saham konglomerat grup Prajogo Pangestu dan big caps perbankan,” ucapnya.
Lebih lanjut dia menyampaikan, formasi tiga candlestick telah membentuk resistance IHSG pada level 8.970. Untuk kondisi ini, IHSG terlihat jenuh beli dan ada potensi mengalami koreksi sehat, kemungkinan disebabkan oleh sejumlah saham big caps konglomerat, khususnya saham Barito Group.
Menurut William, beberapa saham sektor pertambangan dan energi masih bisa dipertimbangkan sebagai saham pilihan untuk mengatrol IHSG di awal pekan ini. Pada perdagangan hari ini, WH Project merekomendasikan “Buy” secara teknikal untuk saham HRUM, NICL, ESSA dan SMGR.
Sementara itu, menurut analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, IHSG sempat dibayangi tekanan jual yang relative kecil. “Saat ini posisi IHSG diperkirakan sedang berada pada bagian Wave (v) dari Wave [iii],” katanya dalam riset Daily Scope Wave.
Dia menjelaskan, pola pergerakan secara teknikal tersebut menunjukkan IHSG berpotensi menguat ke area 9.030-9.077. “Waspadai akan adanya koreksi yang diperkirakan menguji 8.843-8.904,” ujar Herditya.
Untuk perdagangan hari ini, MNC Sekuritas menetapkan support IHSG di level 8.867 dan 8.806, sedangkan resistance-nya di posisi 8.996 dan 9.030. Para trader direkomendasikan agar menerapkan strategi Buy on Weakness pada ARCI, BUMI dan BUVA, sementara itu BBRI memiliki rating trading Speculative Buy. (*)
Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary
