
RollingStock.ID – PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) menegaskan, hingga 30 Desember 2025 perseroan belum melakukan pengalihan saham treasuri sebanyak 33 juta berdasarkan POJK 13 Tahun 2023 maupun potensi pengalihan di periode berikutnya sebanyak 556.195.200 lembar.
Mengacu pada laporan ADRO kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) tertanggal 12 Januari 2025, kewajiban pengalihan saham treasuri berdasarkan POJK 13 Tahun 2023 sebanyak 33 juta belum terlaksana, sehingga tidak terjadi perubahan jumlah saham beredar maupun struktur modal per 31 Desember 2025.
Sementara itu, untuk periode selanjutnya perseroan memiliki potensi pengalihan kembali saham treasuri mencapai 556.195.200 lembar. “Perseroan belum memasuki periode pengalihan kembali, sehingga perseroan belum melakukan pengalihan kembali saham hasil pembelian kembali (buyback) berdasarkan POJK 29 Tahun 2023”.
Dengan demikian, saat ini total saham treasuri ADRO yang bisa dialihkan atau dijual mencapai 589.195.200 atau sebesar 2,004 persen dari jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh perseroan. Sebelumnya, induk usaha PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) telah mengalihkan saham treasuri mencapai 1.368.976.500 lembar atau setara 4,45 persen.
Pengalihan kembali saham itu dilakukan dengan cara pengurangan modal ditempatkan dan disetor penuh dalam ADRO sesuai dengan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada 2 Juni 2025 dan sudah mendapatkan Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar dari Kementerian Hukum tertanggal 5 Agustus 2025. (*)
Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary
