
RollingStock – Pergerakan Indeks Harga saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini berpeluang rebound, setelah kemarin ditutup melemah 0,58 persen ke level 8.884, bahkan sempat jatuh ke level terendah di posisi 8.715 atau setara penurunan 2,47 persen, meski di awal sanggup menyenggol level psikologis 9.000.
Pelemahan IHSG di perdagangan Senin (12/1) dipengaruhi penurunan harga pada 435 saham, sedangkan kenaikan hanya terjadi pada 279 saham dan ada 97 saham yang stagnan. Nilai transaksi sebesar Rp40,1 triliun atau melambung dibandingkan Jumat pekan lalu Rp27,46 triliun.
Berdasarkan analisis yang dilakukan Tim Riset PT BRI Danareksa Sekuritas, pergerakan fluktuatif pada IHSG dan sempat menyentuh low intraday di level 8.715, mencerminkan peningkatan kehati-hatian para pelaku pasar teradap aksi profit taking, tekanan geopolitik global dan pelemahan nilai tukar rupiah.
“Secara teknikal, IHSG berpeluang mengalami rebound dengan area support 8.715-8.778 dan resistance terdekat di area 8.950-8.990,” tulis Tim Riset BRI Danareksa Sekuritas dalam analisis harian untuk perdagangan Selasa (13/1).
Tim riset menyebutkan, pasar akan terus mencermati dinamika pelemahan rupiah dan katalis eksternal terkait eskalasi konflik AS-Venezuela dan Iran, rilis data perekonomian global seperti neraca perdagangan China dan retail sales Amerika Serikat.
Pergerakan IHSG akan mendapatkan sentiment positif dari penguatan tiga indeks utama di bursa Wall Street. Pada perdagangan kemarin, indeks Dow Jones ditutup menguat 0,17 persen, S&P 500 meingkat 0,16 persen dan Nasdaq ditutup naik 0,26 persen.
Untuk perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, Tim Riset BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan kepada para trader agar mengakumulasi pembelian pada saham ANTM, TRUE dan NCKL.
Perkiraan senada disampaikan analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana yang mengatakan bahwa IHSG diperkirakan berbalik menguat, meski kemarin dibayangi peningkatan volume penjualan dan menyentuh area koreksi yang diberikan sebelumnya.
“Posisi IHSG saat ini diperkirakan sedang berada di awal Wave iii dari Wave (v) dan Wave [iii],” kata Herditya. Pola pergerakan ini menunjukkan bahwa IHSG tetap memiliki peluang menguat untuk menguji kisaran 9.032-9.100.
Untuk perdagangan hari ini, support IHSG di level 8.839 dan 8.764, sedangkan resistance-nya di level 8.908 dan 8.996. MNC Sekuritas merekomendasikan kepada para trader agar menerapkan strategi Buy on Weakness pada ASII, HRUM, INKP dan UNVR. (*)
Penulis: Gavin D Varyn
Editor: Milva Sary
