
RollingStock.ID – Lembaga pemeringkat internasional, Fitch Ratings memberikan peringkat BBB (Triple B) dengan prospek “Stabil” atas rencana penerbitan obligasi berdenominasi dolar AS yang akan ditawarkan pemerintah Indonesia.
Berdasarkan keterangan Fitch dalam laporan pemeringkatan yang dikirim melalui surat elektronik, Selasa (13/1), penilaian tersebut sejalan dengan peringkat Long-Term Foreign-Currency Issuer Default Rating (IDR) Indonesia yang sudah ditegaskan Fitch pada Maret 2025.
Dalam keterangan resminya yang dirilis di Hong Kong, Fitch menyatakan bahwa peringkat obligasi tersebut mencerminkan profil kredit Indonesia saat ini, serta menunjukkan konsistensi kebijakan makroekonomi dan fiskal pemerintah Indonesia.
Fitch menilai, sejumlah faktor utama yang mempengaruhi peringkat, termasuk aspek environmental, social and governance (ESG), khususnya pada pilar tata kelola (governance). “Indonesia memperoleh ESG Relevance Score 5 untuk stabilitas politik dan hak-hak sipil, serta untuk supremasi hukum, kualitas kelembagaan dan regulasi maupun pengendalian korupsi”.
Menurut Fitch, skor tersebut mencerminkan bobot tinggi indikator tata kelola Bank Dunia (World Bank Governance Indicators/WBGI) dalam model pemeringkatan kedaulatan Fitch. Indonesia berada di persentil ke-44 dalam peringkat WBGI, yang menunjukkan rekam jejak transisi politik yang relatif damai, tingkat partisipasi politik moderat, kapasitas kelembagaan yang memadai, meski masih dihadapkan pada tantangan korupsi yang cukup tinggi.
Lebih lanjut Fitch menegaskan, peringkat surat utang berdenominasi dolar AS tersebut sangat sensitif terhadap perubahan peringkat Issuer Default Rating valuta asing jangka panjang Indonesia.
Beberapa faktor yang berpotensi memicu aksi negatif atau penurunan peringkat antara lain, peningkatan signifikan beban utang publik hingga mendekati atau melampaui negara-negara sekelas BBB, misalnya akibat lonjakan defisit fiskal atau terealisasinya kewajiban kontinjensi.
Selain itu, penurunan peringkat dari BBB bisa dilakukan Fitch, jika terjadi koreksi secara berkelanjutan pada cadangan devisa, yang dapat disebabkan arus keluar modal akibat pelemahan kepercayaan investor atau intervensi valas dalam skala besar.
Dengan penetapan peringkat tersebut, Fitch beranggapan bahwa Indonesia masih memiliki fundamental yang cukup kuat untuk memenuhi kewajiban keuangan, meskipun tetap menghadapi sejumlah risiko struktural yang perlu dikelola secara hati-hati. (*)
Penulis: Gavin D Varyn
Editor: Milva Sary
