
RollingStock.ID – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) secara resmi mengeksekusi proyek pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit 3 berkapasitas 55 megawatt (MW).
Menurut Direktur Operasi PGEO, Ahmad Yani dalam keterbukaan informasi perseroan yang diterbitkan di Jakarta, Rabu (14/1), proyek yang berlokasi di WKP Lumut Balai, Sumatera Selatan ini ditargetkan beroperasi secara penuh (COD) pada 2030.
Seiring dengan pengembangan proyek tersebut, PGEO juga membangun sinergi dengan pemerintah daerah, kontraktor, hingga PT PLN (Persero) untuk memastikan seluruh tahapan pelaksanaan proyek berjalan lancar dan selaras dengan tujuan awal.
Ahmad Yani menegaskan, kick off meeting tersebut menjadi momentum penting untuk memastikan kesiapan seluruh aspek proyek, baik dari sisi teknis, perizinan, pendanaan maupun pengelolaan risiko.
Dia menyampaikan, pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) di Indonesia sedang memasuki fase yang semakin krusial, sejalan dengan arah kebijakan nasional dalam RUPTL periode 2025-2034. Proyek PLTP Lumut Balai Unit 3 ditetapkan sebagai bagian dari arah strategis pemerintah.
Selain itu, lanjut Ahmad Yani, proyek ini juga sebagai proyek strategis dalam Blue Book 2025-2029 Kementerian PPN/Bappenas. Melalui pengembangan ini, PGEO berkomitmen memperkuat kapasitas panas bumi nasional secara berkelanjutan dan sekaligus menjawab pemenuhan kebutuhan listrik di Sumatera Selatan.
Inisiatif tersebut merupakan kelanjutan dari proyek PLTP Lumut Balai Unit 2 berkapasitas 55 MW yang beroperasi sejak Juni 2025. Capaian ini memperkuat langkah PGEO dalam mendekati target kapasitas terpasang yang dikelola secara mandiri sebesar 1 gigawatt (GW) dalam 2-3 tahun ke depan dan sebesar 1,8 GW pada 2033.
Seiring dengan arah pengembangan itu, PGEO telah mengidentifikasi potensi panas bumi hingga 3 GW dari 10 Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) yang dikelola secara mandiri sebagai fondasi pengembangan jangka panjang. Pada periode 2010-2024, sektor ini mencatatkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp21,43 triliun, serta memberikan manfaat langsung bagi daerah penghasil melalui Dana Bagi Hasil (DBH) mencapai Rp10,82 triliun di periode 2019-2024.
Saat ini PGEO mengelola kapasitas terpasang sebesar 727 MW yang tersebar di enam wilayah operasi dan sedang mengembangkan sejumlah proyek strategis lain, seperti PLTP Hululais Unit 1 dan 2 berkapasitas 110 MW, serta beberapa proyek co-generation bekerja sama dengan PLN Indonesia Power dengan total kapasitas 230 MW. (*)
Penulis: Rahmat A Candra
Editor: Milva Sary
