INDS Catat 4 Kali ARA, Susul Sederet Transaksi Afiliasi dan Pembagian Dividen

bei
Ilustrasi- (Foto: Milva Sary/RollingStock)

RollingStock.ID – Rangkaian aksi korporasi yang dilakukan PT Indospring Tbk (INDS) dalam beberapa bulan terakhir tidak hanya memperkuat fondasi operasional perusahaan, tetapi juga memantik euforia pasar.

Saham emiten suku cadang otomotif ini melesat hingga mencatatkan kenaikan ratusan persen dalam kurun sepekan, seiring dengan adanya peningkatan spekulasi investor terhadap potensi dividen dan re-rating valuasi di tengah pemulihan sektor otomotif di dalam negeri.

Pada penutupan perdagangan kemarin (14/1), saham INDS bertengger di level 555 atau mengalami auto-rejection atas (ARA) yang setara kenaikan 25 persen. Capaian ARA terjadi sejak akhir pekan lalu, sehingga selama sepekan terakhir tercatat melesat 143,42 persen dan dalam sebulan sudah melambung 147,77 persen.

Manajemen INDS dalam keterangannya yang disampaikan Rabu (14/1) malam menampik berbagai spekulasi bahwa perseroan akan menggelar aksi korporasi, seperti rights issue, backdoor listing hingga akuisisi. Manajemen menegaskan, saat ini langkah-langkah yang ditempuh perseroan masih berfokus pada efisiensi dan optimalisasi operasional.

Pada 24 Desember 2025, INDS melakukan keterbukaan informasi melalui laman resmi Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait transaksi afiliasi dengan PT Indoprima Investama. Selanjutnya pada 29 Desember 2025, perseroan juga melaksanakan transaksi afiliasi dengan PT Indobaja Primamurni.

Lebih lanjut manajemen INDS menyebutkan, transaksi tersebut sebagai bagian dari strategi optimalisasi aset guna menunjang kelancaran produksi dan meningkatkan efisiensi biaya. Dengan demikian, upaya tersebut akan mendorong pertumbuhan kinerja keuangan perseroan secara berkelanjutan.

Menurut Head of Research KISI Sekuritas, Muhammad Wafi, lonjakan harga saham INDS bukan semata-mata disebabkan transaksi penjualan aset. Dia mengatakan, saat ini pasar tengah mengantisipasi sentimen yang lebih besar, terutama terkait dividen dan valuasi perseroan.

“Investor cenderung mengantisipasi pembagian dividen dan re-rating valuasi saham. INDS cocok untuk investor yang memiliki strategi trading cepat. Hal ini mengingat di Semester I-2026 terdapat beberapa sentimen positif, seperti rilis laporan keuangan, dividen dan pemulihan sektor otomotif,” ujar Wafi dalam keterangannya, Rabu (14/1).

Optimisme INDS untuk melanjutkan kinerja positif di tahun ini juga ditopang hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Pada rapat tersebut, pemegang saham menyetujui penggunaan laba bersih Tahun Buku 2024, termasuk pembagian dividen tunai maksimal Rp52,5 miliar atau setara Rp8 per saham. Perseroan juga menyisihkan Rp1,5 miliar sebagai cadangan wajib dan mencatatkan sisa laba bersih sebesar Rp15,6 sebagai saldo laba. (*)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top