
RollingStock.ID – PT Fitch Ratings Indonesia telah memutuskan untuk menurunkan peringkat sejumlah surat utang PT Bukit Makmur Mandiri Utama yang merupakan anak usaha dari PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID).
Berdasarkan laporan Bukit Makmur Mandiri Utama kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tertanggal 15 Januari 2025, penurunan peringkat tersebut seiring dengan perubahan profil keuangan perseroan sepanjang 2025 yang dipengaruhi penurunan kinerja laba akibat faktor cuaca dan peralihan kontrak.
Informasi yang sampaikan itu mengutip keterangan resmi Fitch yang diumumkan melalui situs resminya. Dalam pengumuman tersebut, Fitch menurunkan peringkat utang jangka panjang dalam mata uang dolar Amerika Serikat menjadi B+ dari sebelumnya BB-.
Selain itu, peringkat nasional jangka panjang perseroan juga diturunkan menjadi A(idn) dari semula A+(idn). Fitch turut men-downgrade peringkat obligasi rupiah dan sukuk tanpa jaminan menjadi A-(idn) dari sebelumnya A+(idn). Seluruh peringkat yang diturunkan tersebut masih diberikan prospek “Stabil”.
Fitch menjelaskan, penurunan peringkat mencerminkan perubahan profil keuangan perseroan pada 2025, antara lain peningkatan rasio utang bersih terhadap EBITDA dan penurunan rasio EBITDA terhadap beban bunga.
Kondisi tersebut terutama disebabkan penurunan laba pada Kuartal I-2025 akibat cuaca yang buruk dan adanya peralihan kontrak. Selanjutnya, pada 5 Januari 2026, Fitch menarik kembali peringkat internasional Bukit Makmur Mandiri Utama terkait utang jangka panjang dalam mata uang USD karena alasan komersial.
Sementara itu, Fitch menyampaikan bahwa hingga hari ini PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) belum melakukan perubahan terhadap peringkat surat utang Bukit Makmur Mandiri Utama. (*)
Penulis: Rahmat A Candra
Editor: Milva Sary
