
RollingStock.ID – Pada perdagangan terakhir di pekan ini pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan tren bullish yang ditutup menguat 0,47 persen ke level 9.075, bahkan di Sesi I sempat menyenggol level tertinggi sepanjang masa (ATH) 9.100 setelah melenggang optimistis di zona hijau.
Penguatan IHSG di perdagangan Kamis (15/1) ditopang kenaikan harga pada 339 saham, sedangkan 331 saham terpantau menurun dan ada 133 saham yang tidak mengalami perubahan harga. Nilai transaksi sebesar Rp28,25 triliun atau menurun dibandingkan kemarin Rp29,3 triliun.
Sementara itu, total volume transaksi di sepanjang perdagangan hari ini sebanyak 50,63 miliar saham atau melorot dibandingkan sehari sebelumnya yang mencapai 64,37 miliar saham. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 3,37 juta kali atau merosot dibandingkan kemarin yang sebanyak 3,43 juta kali transaksi.
Dengan posisi IHSG yang berakhir di level 9.075, maka saat ini nilai kapitalisasi pasar (market cap) di Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi Rp16.542,11 triliun atau mengalami kenaikan 0,5 persen dibandingkan ketika penutupan kemarin Rp16.459,31 triliun.
Hari ini saham Top 3 Market Cap berakhir di zona hijau, BREN sebagai pemiliki market cap terbesar di BEI sebesar Rp1.297 triliun, harga sahamnya menguat 0,52 persen ke 9.700. BBCA dengan market cap Rp985 triliun, mengalami kenaikan harga saham sebesar 0,94 persen ke 8.075 dan DSSA pemilik market cap Rp855 triliun mengalami lonjakan harga saham 2,8 persen ke 111.000.
Pada perdagangan hari ini, lima saham yang menjadi Top Gainers adalah ZATA (+35%), ESTI (+34,75%), INOV (+34,56%), ETF XISB (+34,31%) dan BELL (+34,15%). Adapun lima saham yang menjadi Top Losers, yakni LUCK (-13,25%), DEFI (-12,03%), NICL (-11,32%), SGER (-10,74%) dan ACST (-10,7%).
Secara sectoral, penguatan IHSG terutama didukung kenaikan indeks sektor konsumer siklikal yang menguat 1,15 persen dan diikuti indeks sektor keuangan yang meningkat 1,14 persen. Sementara itu, penurunan paling dalam terjadi pada indeks sektor industrial, yakni anjlok mencapai 2,31 persen. (*)
Penulis: Syafril JA Surya
Editor: Milva Sary
