Jaga Fleksibiltas Pendanaan, DAAZ Simpan Dana Obligasi Rp315,81 Miliar di Giro Bank

mahar
Direktur Utama PT Daaz Bara Lestari Tbk, Mahar Atanta Sembiring – (Foto: Milva Sary/RollingStock)

RollingStock.ID – PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) melaporkan, hingga akhir Desember 2025 perseroan memiliki sisa dana hasil penawaran umum Obligasi I Tahun 2025 sebesar Rp315,81 miliar yang ditempatkan pada instrumen giro perbankan.

Berdasarkan resmi DAAZ kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) tertanggal 15 Januari 2025, sebelumnya perseroan berhasil menghimpun uang investor melalui penerbitan surat utang mencapai Rp500 miliar dengan biaya penawaran umum Rp6,33 miliar, sehingga DAAZ meraup dana bersih Rp493,67 miliar.

Pada rencana awal, dana tersebut akan disalurkan dalam bentuk pinjaman kepada entitas anak guna mendukung kegiatan operasional dan investasi, terutama di sektor logistik dan energi. Namun hingga akhir Desember 2025, realisasi penggunaan dana baru mencapai Rp177,85 miliar.

Realisasi terbesar berupa penyaluran pinjaman kepada PT Aserra Logistik Indonesia untuk pembelian dua unit kapal self-propelled oil barge sebesar Rp130,63 miliar. Selain itu, DAAZ juga merealisasikan pinjaman kepada PT Indo Lautan Energi untuk pembelian satu unit tongkang minyak sebesar Rp14,76 miliar, serta pembelian bahan bakar solar untuk entitas anak yang sama senilai Rp32,47 miliar.

Sementara itu, rencana penyaluran dana kepada PT Bara Makmur Dwitrama untuk pembelian batubara sebesar Rp105 miliar dan sebagian rencana pengadaan kapal tunda dan tongkang belum direalisasikan hingga akhir Desember 2025.

Dengan demikian, tersisa dana penerbitan surat utang mencapai Rp315,81 miliar dan saat ini ditempatkan pada instrumen giro di sejumlah bank, yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Negara Indonesia Tbk (Persero) Tbk (BBNI), PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) dan PT Bank Permata Tbk (BNLI).

Penempatan dan pada rekening giro perbankan pada umumnya dilakukan perusahaan untuk menjaga likuiditas dan sekaligus menunggu realisasi lanjutan atas rencana penggunaan dana. Besarnya porsi dana miliki DAAZ tersebut, tentunya perusahaan yang ditangani Direktur Utama, Mahar Atanta Sembiring ini memiliki ruang pendanaan yang memadai untuk mendukung rencana ekspansi dan kebutuhan operasional. (*)

Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top