
RollingStock.ID – PT Astra International Tbk (ASII) berencana melanjutkan program pembelian kembali (buyback) saham dengan kesiapan dana mencapai maksimal Rp2 triliun, setelah pada perdagangan 13 Januari 2026 secara resmi menghentikan pelaksanaan program buyback periode sebelumnya yang telah menghabiskan dana sebesar Rp2 triliun.
Berdasarkan surat resmi ASII kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tertanggal 15 Januari 2026, pada awal pekan depan atau tepatnya 19 Januari 2026 perseroan akan memulai untuk melanjutkan program buyback saham dengan nilai maksimal sebesar Rp2 triliun, yang dananya bersumber dari kas internal.
Sekadar informasi, sebelumnya emiten di bawah kendali Jardine Cycle & Carriage Limited ini telah menghentikan pelaksanaan buyback untuk periode sebelumnya atau lebih cepat dari rencana awal yang dijadwalkan berakhir pada 30 Januari 2026. Hal ini dikarenakan ASII sudah memenuhi batas maksimum dana yang dialokasikan Rp2 triliun atau sudah terealisasi Rp1.999.999.829.789 untuk 305.213.900 saham.
Pada rencana buyback lanjutan, ASII yang juga menyiapkan dana Rp2 triliun akan mengimplementasikan program ini untuk periode 19 Januari 2026-25 Februari 2026. Aksi korporasi ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan nilai bagi pemegang saham dan mendukung kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas maupun keyakinan pada pasar modal domestik.
Manajemen ASII menegaskan, jumlah saham yang dibeli kembali tidak akan melebihi 20 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan, serta jumlah saham free float setelah pelaksanaan buyback tidak akan lebih rendah dari 7,5% dari modal ditempatkan dan disetor.
Lebih lanjut manajemen menyampaikan, buyback akan dilakukan pada harga yang dianggap baik dan wajar, serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Metode pelaksanaan buyback akan dilakukan bertahap atau secara penuh melalui BEI, dan saham hasil pembelian kembali akan disimpan sebagai saham treasuri.
ASII juga tetap membuka kemungkinan untuk memulai kembali pelaksanaan buyback, setelah periode kali ini berakhir dan tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku. Perseroan mengaku memiliki modal dan arus kas yang cukup untuk membiayai buyback maupun seluruh kegiatan usaha dan operasional.
Manajemen menjelaskan, pelaksanaan buyback akan menurunkan aset dan ekuitas sebesar nilai pembelian kembali saham, namun aksi korporasi ini tidak memiliki dampak negatif yang material terhadap kinerja keuangan maupun kegiatan usaha ASII.
Perseroan berharap, pelaksanaan buyback saham bisa membantu menstabilkan harga saham di tengah kondisi pasar yang fluktuatif, memberikan keyakinan kepada investor atas nilai fundamental ASII, serta memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan modal jangka panjang. (*)
Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary
