Laba Bersih CBDK di 2026 Diprediksi Melonjak 24,6% Jadi Rp1,16 Triliun

cbdk
PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Laba bersih PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) untuk Tahun Buku 2026 diproyeksikan melonjak 24,6 persen menjadi Rp1,16 triliun dari estimasi laba bersih di sepanjang 2025 yang sebesar Rp934 miliar.

Menurut analis PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM), Kharel Devin Fielim, proyeksi terkait lonjakan laba bersih CBD PIK 2 di 2026 tersebut setelah adanya tekanan sementara pada 2025, seiring pemulihan pra-penjualan yang didorong peningkatan konektivitas kawasan PIK 2.

Adapun peningkatan konektivitas tersebut dipengaruhi beroperasinya ruas Tol Kamal-Teluknaga-Rajeg (Kataraja) Tahap I. Kharel menyebutkan, perbedaan kinerja di sepanjang 2025 dan 2026 mencerminkan fase transisi sebelum pemulihan secara penuh.

Sepanjang 2025, laba bersih entitas usaha PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) ini diperkirakan cenderung mendatar akibat perlambatan serah-terima unit selama periode libur panjang Ramadan dan Idulfitri, serta adanya beban pajak satu kali atas saham pendiri sebesar Rp53 miliar terkait pencatatan saham CBDK di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Selain itu, Kharel, kondisi makroekonomi juga memberikan tekanan, mulai dari penurunan harga komoditas, ketidakpastian global akibat kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat, serta suku bunga yang relatif tinggi. Faktor-faktor ini turut mendorong revisi menurun atas proyeksi pra-penjualan (marketing sales) 2025 menjadi Rp2 triliun dari sebelumnya Rp2,5 triliun.

Memasuki Tahun Buku 2026, Kharel memperkirkan, prospek kinerja CBDK akan membaik secara nyata, dengan nilai marketing sales diperkirakan mencapai Rp2,8 triliun, didukung operasi penuh Interchange Tol Kataraja Tahap I yang menghubungkan langsung Bandara Soekarno-Hatta dengan PIK 2.

Dengan demikian, kata dia, kondisi tersebut bisa memangkas waktu tempuh dan meningkatkan daya tarik kawasan bagi pengunjung, investor dan pembeli properti. Peningkatan konektivitas ini diperkirakan mampu mendorong aktivitas ekonomi, memperkuat permintaan properti dan mengakselerasi normalisasi proses serah-terima yang sempat tertunda di 2025.

Sejalan dengan pemulihan marketing sales, kinerja keuangan emiten milik pengusaha Sugianto Kusuma alias Aguan ini diproyeksikan menguat secara menyeluruh di Tahun Buku 2026. Pendapatan diperkirakan meningkat dari Rp2,32 triliun pada 2025 menjadi Rp2,95 triliun di sepanjang 2026, sedangkan EBITDA akan meningkat dari Rp1,06 triliun menjadi Rp1,52 triliun.

Kharel menilai, pertumbuhan tersebut mencerminkan margin lebih kuat, seiring dengan kenaikan nilai lahan di kawasan PIK 2 yang didorong penyelesaian infrastruktur strategis, termasuk Interchange Tol Kataraja PIK 2 Gate 1 Tahap 1 dan Tahap 2 di 2025, serta rencana pengembangan Gate-2 pada 2026 atau 2027. Dampaknya terhadap laba per saham (EPS) diproyeksikan meningkat dari Rp165 di 2025 menjadi Rp205 pada 2026 atau bertumbuh 25 persen secara tahunan.

Pada sisi makroekonomi, ungkap Kharel, 2026 juga diproyeksikan menjadi tahun yang lebih kondusif bagi sektor properti. Suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) diperkirakan menurun lebih lanjut dari 4,5 persen di akhir 2025 menuju 4 persen pada 2026, sehingga menjadi penopang tambahan bagi permintaan properti dan pembiayaan konsumen. (*)

Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top