
RollingStock.ID – Pada perdagangan di awal pekan depan (19/1), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak variatif pada kisaran 9.000-9.100, setelah Kamis (15/1) ditutup menguat 0,47 persen ke posisi 9.075 yang merupakan level penutupan tertinggi sepanjang masa (ATH) dengan rekor intraday 9.100.
Berdasarkan analisis yang dilakukan organisasi research and trading saham, WH Project, penguatan IHSG hingga menyentuh level 9.100, sekaligus menandai berakhirnya fase koreksi dan menjadikan level psikologis 9.000 sebagai support yang baru.
“Kami memproyeksikan, hari ini IHSG berpotensi untuk bergerakmixed dalam range 9.000-9.100,” kata analis WH Project, William Hartanto dalam analisis harian untuk perdagangan Senin (19/1).
Secara teknikal, jelas William, akibat IHSG yang sudah berhasil mencapai level ATH, maka untuk saat ini indeks tidak memiliki resistance yang baru. “Terbentuknya pola doji pada perdagangan akhir pekan lalu, mengindikasikan peluang terjadinya profit taking,” ucapnya.
Dia menyimpulkan, pada perdagangan di awal pekan depan IHSG berpotensi menguji level support 9.000. WH Project merekomendasikan “Buy” pada saham DKFT, SMDR dan BBTN, sementara itu BUMI memiliki rating trading “Sell on Strength”.
Menurut analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, pergerakan IHSG di awal pekan depan berpotensi melemah menuju kisaran 8.970-9.039. “Posisi IHSG saat ini diperkirakan masih berada pada bagian Wave (v) dari Wave [iii],” kata Herditya dalam riset Daily Scope Wave untuk perdagangan Senin (19/1).
Dia menjelaskan, pola pergerakan secara teknikal tersebut menunjukkan bahwa ada potensi koreksi bagi IHSG untuk menuju rentang 8.970-9.039, sedangkan area penguatan berada di kisaran 9.123-9.151. William mengatakan, saat ini support IHSG di level 8.956 dan 8.908, sementara itu resistance-nya di 9.077 dan 9.012.
Untuk perdagangan Senin pekan depan, MNC Sekuritas merekomendasikan kepada para trader untuk menerapkan strategi Buy on Weakness pada CTRA dan ITMG, sedangkan RAJA memiliki rating trading Speculative Buy dan KLBF memiliki rating Sell on Strength. (*)
Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary
