
RollingStock.ID – PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) berencana melakukan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu II (PM-HMETD II) alias rights issue dengan jumlah penerbitan saham baru sebanyak-banyaknya 50 miliar lembar.
Berdasarkan keterbukaan informasi BUVA yang diterbitkan di Jakarta, Selasa (20/1), emiten perhotelan milik pengusaha Hapsoro “Happy” Sukmonohadi ini menyampaikan bahwa saham rights issue sebanyak 50 miliar lembar setara 203,11 persen dari jumlah saham yang ditempatkan dan disetor penuh BUVA, dengan nilai nominal Rp50 per saham.
Manajemen BUVA menyebutkan, pelaksanaan rignts issue ini akan digelar setelah mendapatkan persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB). Mengacu pada Pasal 8 ayat (3) POJK No. 32/2015, jangka waktu antara tanggal persetujuan RUPS LB terkait PM-HMETD II hingga efektifnya pernyataan pendaftaran dibatasi paling lama 12 bulan.
Pelaksanaan rights issue perusahaan milik Happy Hapsoro ini dirancang sebagai upaya memperkuat struktur permodalan, sehingga memberikan tambahan dana guna mendukung kinerja dan keberlanjutan usaha. Manajemen BUVA menegaskan, pemegang saham yang tidak menebus HMETD yang dimilikinya dalam pelaksanaan rights issue ini berpotensi mengalami dilusi kepemilikan maksimal 67,01 persen.
Rencananya, emiten yang mengoperasikan hotel Alila ini akan menggunakan dana hasil rights issue —setelah dikurangi biaya-biaya emisi— untuk pengembangan usaha dan pembayaran utang BUVA maupun anak usaha. Untuk memenuhi ketentuan yang berlaku, perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham atas rencana rights issue ini melalui RUPS LB pada 26 Februari 2026. (*)
Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary
