
RollingStock.ID – PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) memulai langkah restrukturisasi dan konsolidasi aset bersama Tjokro Group sebagai pengendali jaringan usaha, termasuk rencana dukungan pendanaan hingga mencapai Rp3 triliun dalam jangka menengah-panjang.
Rencana tersebut disampaikan manajemen GPSO dalam surat resmi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tertanggal 21 Januari 2026. Emiten yang berada di bawah kendali PT PIMSF Pulogadung (entitas dari Tjokro Group) ini menyampaikan, restrukturisasi bertujuan untuk memperkuat struktur permodalan dan membangun arah strategi baru GPSO di industri solusi mekanikal.
Melalui konsolidasi bisnis ini, menurut manajemen GPSO, perseroan menargetkan pengamanan rantai pasok dari hulu hingga hilir, peningkatan daya saing di pasar domestik dan global, serta perluasan basis pelanggan dan pengembangan produk mekanikal dengan tingkat kompleksitas yang lebih tinggi.
Sebagai langkah permulaan, GPSO sudah menandatangani Kesepakatan Induk Jual Beli Awal dengan sejumlah entitas yang terafiliasi dengan Tjokro Group, yakni PT Mortita Tjokro Gearindo, PT Tjokro Bersaudara Cikarang dan PT Jaya Indah Casting. Kesepakatan ini merupakan tahap pertama dari rencana konsolidasi dan akan ditindaklanjuti dengan perjanjian turunan.
Adapun objek konsolidasi pada tahap awal tersebut meliputi rencana akuisisi 75 persen saham PT Pulogadung Tempajaya, sebesar 70 persen saham PT Tjokro Bersaudara Komponenindo dan sebesar 70 persen saham PT Jakarta Marten Logamindo. Ketiga entitas ini bergerak di bidang industri suku cadang dan komponen kendaraan bermotor, serta industri logam yang menjadi bagian dari rantai pasok solusi mekanikal grup usaha.
Selain saham, manajemen menegaskan, GPSO juga akan mengakuisisi aset tanah dan bangunan pabrik yang berlokasi di Kawasan Industri Jababeka I Cikarang, serta Kawasan EJIP Cikarang. Aset-aset tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan produksi, machining dan pembentukan komponen mesin, sekaligus memperkuat integrasi usaha dari sisi hulu bahan baku hingga proses manufaktur.
Nilai penjualan seluruh objek konsolidasi pada Tahap I ditargetkan mencapai lebih dari Rp700 miliar dan akan dilakukan penilaian oleh Kantor Jasa Penilai Publik yang terdaftar di OJK. Seiring dengan pelaksanaan transaksi ini, GPSO wajib menyesuaikan kegiatan usahanya menjadi perusahaan holding strategis dan estate management.
Dalam jangka menengah hingga panjang, dukungan hingga Rp3 triliun dari Tjokro Group akan diarahkan untuk memperkuat struktur permodalan, ekspansi kapasitas produksi dan pengembangan bisnis GPSO selama periode lima hingga sepuluh tahun ke depan setelah tahap awal konsolidasi terlaksana.
Manajemen GPSO menilai, langkah restrukturisasi dan konsolidasi tersebut akan memberikan dampak positif terhadap aspek bisnis, hukum dan keuangan perseroan. Setelah proses konsolidasi, total aset GPSO diproyeksikan mencapai Rp900 miliar dengan ekuitas Rp750 miliar dan sekaligus menjadikan GPSO sebagai holding company terintegrasi untuk industri suku cadang dan aksesoris kendaraan bermotor roda empat atau lebih. (*)
Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary
