Rising 8 Jadi Proyek Utama KETR di 2026, Ini Target & Dampaknya bagi Konektivitas

ketr
PT Ketrosden Triasmitra Tbk – (Foto: Dokumentasi KETR)

RollingStock.ID – PT Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR) menjadikan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Jakarta-Batam-Singapura (Rising 8) sebagai proyek utama perseroan di sepanjang 2026. Proyek ini diposisikan sebagai tulang punggung penguatan konektivitas digital nasional dan regional, dengan target penyelesaian segmen pertama pada akhir Kuartal I-2026.

Menurut Direktur Utama KETR, Titus Dondi dalam siaran pers perseroan yang dipublikasikan Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Jumat (23/1), perseroan melalui anak usahanya, PT Jejaring Mitra Persada bekerja sama dengan PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) untuk menggelar kabel fiber optik bawah laut sepanjang total 1.128,5 kilometer.

Kabel tersebut menghubungkan Jakarta-Batam-Singapura dan pada tahap awal di 2026 penggelaran difokuskan pada segmen Jakarta-Batam sepanjang 1.053,5 kilometer dengan menggunakan kapal penggelar kabel berbendera Indonesia, Cable Laying Vessel (CLV) Bentang Bahari.

Titus menyebutkan, Rising 8 dirancang sebagai sistem kabel laut berkapasitas 400 Terabit per second, yang mengadopsi teknologi repeatered submarine cable system dengan dukungan 16 fiber pairs dan dilengkapi 11 unit repeater dari Alcatel Submarine Networks Prancis, serta menggunakan kabel bawah laut produksi Norddeutsche Seekabelwerke GmbH Jerman.

Pada sisi kepatuhan regulasi, proyek Rising 8 sudah mengantongi seluruh perizinan yang dipersyaratkan pemerintah, termasuk persetujuan lingkungan (AMDAL). Kajian tersebut memastikan seluruh tahapan penggelaran memperhatikan aspek ekologi laut, keselamatan pelayaran, serta perlindungan kawasan pesisir dan biota laut.

Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital menyatakan, Rising 8 merupakan bagian dari misi Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Proyek ini dinilai strategis untuk meningkatkan penetrasi dan kualitas layanan akses digital sekaligus memperkuat kedaulatan dan kemandirian digital Indonesia.

Penggelaran Rising 8 didukung CLV Bentang Bahari yang telah mengantongi sertifikasi internasional dari Det Norske Veritas, termasuk CLCE, ILLC-IC dan BWM-T-SoC. Kapal sepanjang 94,65 meter dengan kapasitas angkut hingga 2.400 ton kabel ini dilengkapi teknologi Dynamic Positioning DP-2 dan notasi kapal khusus penggelaran kabel laut.

Titus menyampaikan, Rising 8 menjadi fondasi penting strategi perseroan pada 2026. Dengan kapasitas 25 Tbps per fiber pair dan kendali operasional penuh, sistem ini dinilai bukan cuma meningkatkan keandalan konektivitas Indonesia-Singapura, tetapi juga menyediakan jalur alternatif bagi penyelenggara layanan gerbang akses internet. Setelah Rising 8, KETR akan mengembangkan SKKL Indonesia Tengah sepanjang 8.732 kilometer dengan target komersialisasi pada 2027. (*)

Penulis: Kafka D Eiren Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top