Usai Kinerja 2025 Catat Turnaround, MMIX Bidik Omzet Tumbuh 15% di 2026-2030

mmix
PT Multi Medika Internasional Tbk – (Foto: Dokumentasi MMIX)

RollingStock.ID – PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX) menargetkan pertumbuhan pendapatan berkisar 10-15 persen per tahun di periode 2026-2030, seiring dengan transformasi bisnis perseroan menjadi perusahaan FMCG berbasis manufaktur dan brand berorientasi pada pertumbuhan berkelanjutan.

Menurut Direktur Utama MMIX, Mengky Mangarex dalam siaran pers yang dipublikasika Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Sabtu (24/1), target jangka menengah hingga panjang tersebut dibangun di atas fondasi pemulihan fundamental yang berhasil dicapai pada Tahun Buku 2025.

Dalam periode itu, ujar Mengky, MMIX mampu melakukan turnaround kinerja dengan membalikkan posisi rugi menjadi laba sebesar Rp2,1 miliar pada Kuartal III-2025. Perbaikan kinerja ini didorong penerapan efisiensi biaya produksi, logistic, perbaikan bauran produk ke arah yang lebih sehat, pengelolaan persediaan yang lebih disiplin hingga fokus berkelanjutan pada kualitas pendapatan.

Selama sembilan bulan pertama di 2025, MMIX mencatatkan pertumbuhan omzet sebesar 85 persen (year-on-year) menjadi Rp137,9 miliar. Segmen baby care, khususnya produk popok bayi menjadi kontributor utama pertumbuhan, sedangkan segmen personal care ikut menopang kinerja melalui peningkatan permintaan pasar dan optimalisasi strategi distribusi.

Mengky berkomitmen untuk menjaga momentum profitabilitas hingga akhir 2025 melalui pengendalian biaya berkelanjutan tanpa mengorbankan kualitas, fokus pada produk dengan margin sehat, distribusi yang efisien dan pengelolaan persediaan secara ketat. Dia menilai, tahun lalu sebagai fase pemulihan fundamental dengan pendekatan yang tetap prudent untuk memastikan laba dan margin berkelanjutan.

Memasuki 2026, ungkap dia, MMIX menetapkan segmen baby care sebagai growth engine utama yang disertai diversifikasi produk secara selektif pada kategori personal care dan adult care. Arah bisnis ini sejalan dengan proyeksi pertumbuhan pasar FMCG Indonesia yang diperkirakan sekitar 6-9 persen (y-o-y) pada 2026.

Dalam struktur pendapatan MMIX pada 2026, kontribusi segmen Mom & Baby diproyeksikan tetap dominan di kisaran 40-50 persen dari total pendapatan, didukung peningkatan produktivitas pabrik popok bayi dan dewasa. Pada sisi lain, lini tisu basah dan produk hygiene diperkirakan berkontribusi sekitar 15-20 persen terhadap omzet.

MMIX juga mencermati perubahan perilaku konsumen berdasarkan data penjualan periode 2023-2025, konsumen kelompok Gen Z dan Alpha semakin berperan sebagai smart buyer yang rasional dan berorientasi pada value. Keterbukaan akses informasi membuat konsumen lebih selektif, dengan preferensi yang meningkat terhadap produk praktis dan multifungsi.

Dominasi kanal digital dan pendekatan omnichannel ikut memperkuat perubahan pola belanja, sehingga mendorong MMIX untuk menyesuaikan strategi produk FMCG di 2026 agar lebih adaptif, transparan dan selaras dengan karakter konsumen yang semakin informatif.

Dalam jangka menengah hingga panjang, perseroan menargetkan struktur pendapatan yang semakin seimbang antara segmen mom & baby, hygiene dan beauty care. Fokus strategis diarahkan pada diferensiasi produk, efisiensi manufaktur lokal, serta penguatan profitabilitas dan arus kas. (*)

Penulis: Gavin D Varyn
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top