
RollingStock.ID – PT Mitra Pack Tbk (PTMP) memutuskan untuk melepas seluruh saham miliknya di PT Master Print Tbk (PTMR) kepada Deep Source Pte Ltd melalui rangkaian transaksi material dan transaksi afiliasi yang dinilai strategis bagi restrukturisasi dan penguatan keuangan PTMP.
Sekadar mengingatkan, pada evaluasi mayor Januari 2024 Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi memasukkan PTMP sebagai konstituen Indeks LQ45, meski selanjutnya terjadi penolakan olehh pelaku industri pasar modal. Pada saat yang sama, Bursa justru mendepak emiten milik taipan Prajogo Pangestu (TPIA) dari indeks LQ45.
Berdasarkan keterbukaan informasi PTMP yang diterbitkan di Jakarta, 23 Januari 2026, PTMP menyampaikan bahwa penjualan seluruh saham milik perseroan di PTMR kepada Deep Source mencakup 1.457.280.000 saham atau setara 76,42% dari jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh PTMR, dengan nilai keseluruhan Rp141,36 miliar.
Penjualan saham PTMR tersebut dilakukan kepada Deep Source yang merupakan perusahaan berbasis di Singapura dan bergerak di bidang perdagangan komoditas, khususnya bijih besi, nikel, krom dan mangan. Akibat aksi divestasi ini, status PTMP sebagai pemegang saham pengendali (PSP) PTMR otomatis beralih ke Deep Source.
Mengacu pada Prospektus IPO PTMR, perusahaan ini bergerak di bidang perdagangan sebagai distributor resmi dan penyewaan barang-barang industri pengemasan, termasuk suku cadang dan servis seperti coding, marking, labelling dan product inspection system, serta shrink-packaging, protective packaging, food packaging dan pharmaceutical (blister) packaging.
Selain itu, PTMP juga membeli aset tetap milik Ardi Kusuma senilai Rp37,43 miliar, serta pembelian aktiva dan kewajiban PTMR dengan nilai Rp102,18 miliar. Ketiga aksi korporasi tersebut (penjualan saham PTMR, pembelian aset tetap dan pembelian aktiva maupun kewajiban), secara bersama-sama dikategorikan sebagai rencana transaksi material dan dilaksanakan dengan prinsip kewajaran usaha (arm’s length transaction).
Manajemen PTMP menyatakan, akuisisi PTMR yang dilakukan Deep Source, serta pengalihan aktiva dan kewajiban dalam rangka optimalisasi portofolio investasi, penguatan struktur permodalan dan peningkatan efisiensi operasional PTMP. Manajemen berharap langkah bisa memperbaiki likuiditas dan memperkuat posisi keuangan PTMP.
Pelaksanaan transaksi penjualan saham PTMR dituangkan dalam Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat yang ditandatangani pada 11 November 2025 dan kemudian diubah melalui addendum pada 22 Januari 2026. Sementara itu, perjanjian pembelian aset tetap, serta pembelian aktiva dan kewajiban masing-masing ditandatangani pada 23 Januari 2026. (*)
Penulis: Gavin D Varyn
Editor: Milva Sary
