Tahun Ini Emas Diprediksi Sentuh USD6.400 Usai Sukses Tembus USD5.000

emas
Ilustrasi – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Harga emas mencatatkan sejarah baru dengan menembus level USD5.000 per ons, lantaran terkatrol lonjakan minat investor terhadap aset safe-haven di tengah eskalasi ketegangan geopolitik dan meningkatnya ketidakpastian global. Rekor baru ini menandai kelanjutan reli panjang emas yang semakin menguat sejak awal tahun.

Berdasarkan laporan Reuters di Bengaluru, Senin (26/1), emas spot meningkat 0,94 persen menjadi USD5.029,62 per ons pada pukul 06.21 WIB, sementara itu kontrak berjangka emas Amerika Serikat untuk pengiriman Februari 2026 menguat 1,02 persen ke posisi USD5.029,70 per ons. Pergerakan tersebut mencerminkan arus masuk kuat ke pasar emas sejak awal sesi Asia.

Analis independen Ross Norman memperkirakan, harga emas masih berpotensi menguat sepanjang tahun ini hingga menyentuh level USD6.400 per ons, dengan rata-rata harga tahunan diproyeksikan sebesar USD5.375 per ons, seiring memburuknya lanskap geopolitik dan ekonomi global.

Sentimen pasar mendapat tekanan tambahan dari peningkatan ketegangan antara AS dan NATO terkait Greenland, sehingga memicu kekhawatiran terhadap instabilitas geopolitik yang baru. Pada saat yang sama, konflik Rusia-Ukraina kembali membayangi pasar setelah perundingan damai yang dimediasi AS di Abu Dhabi menemui jalan buntu. Sementara itu, serangan udara Rusia menyebabkan pemadaman listrik bagi lebih dari satu juta warga Ukraina di tengah suhu musim dingin ekstrem.

Ketidakpastian global semakin meningkat setelah Presiden AS, Donald Trump menyatakan rencana pengenaan tarif 100 persen terhadap Kanada jika negara itu melanjutkan kesepakatan dagang dengan China. Pernyataan tersebut, termasuk peringatan langsung kepada Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, sehingga memperkuat kekhawatiran pasar terhadap potensi perang dagang baru dan dampaknya terhadap stabilitas ekonomi global.

Sepanjang 2025, harga emas sudah melonjak 64 persen, karena ditopang pelonggaran kebijakan moneter AS dan peningkatan permintaan bank sentral —dengan China memperpanjang pembelian emas selama 14 bulan berturut-turut hingga Desember— serta arus dana rekor ke produk exchange-traded funds (ETF).

Pada pasar logam lainnya, perak spot melesat 1,85 persen menjadi USD104,85 per ons, platinum menurun 0,21 persen ke level USD2.762,25 per ons dan paladium menguat 0,22 persen ke posisi USD2.014,5 per ons. Perak melanjutkan reli tajam setelah sebelumnya menembus USD100 per ons untuk kali pertama. (*)

Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top