
RollingStock.ID – Entitas usaha dalam jaringan bisnis PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM), yakni PT Oki Pulp & Paper Mills berencana menerbitkan dan menawarkan obigasi sebesar Rp2,44 triliun dan sukuk senilai Rp1,5 triliun, dengan tingkat bunga tetap maupun imbal hasil (floating/ekuivalen) sekitar 7,25-8 persen per tahun.
Berdasarkan pengumuman PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) yang dipublikasikan di Jakarta, Selasa (27/1), Oki Pulp & Paper Mills akan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan II Tahap IV-2026 sebesar Rp2,44 triliun dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Tahap IV-2026 senilai Rp1,5 triliun.
Sekadar mengingatkan, total target penghimpunan dana untuk Obligasi Berkelanjutan II mencapai Rp12 triliun dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II sebesar Rp5,5 triliun. Sebelumnya, perseroan telah mendistribusikan obligasi Tahap I, II dan III sebesar Rp3,96 triliun, sedangkan untuk sukuk Tahap I, II dan III sebesar Rp4 triliun.
Pada rencana penerbitan Obligasi Berkelanjutan II Tahap IV-2026, surat utang yang akan dirilis perusahaan milik Sinar Mas Group ini terbagi menjadi tiga seri, yakni Seri A sebesar Rp1,85 triliun bertenor lima tahun dengan tingkat bunga tetap sebesar 7,25 persen per tahun.
Seri B senilai Rp566,25 miliar bertenor tujuh tahun dengan tingkat bunga tetap sebesar 7,75 persen per tahun dan Seri C sebesar Rp25,92 miliar berjangka waktu 10 tahun dengan tingkat kupon sebesar 8 persen per tahun.
Untuk penerbitan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Tahap IV-2026 juga terbagi menjadi tiga seri, yaitu Seri A sebesar Rp526,53 miliar bertenor lima tahun, Seri B sebesar Rp822,14 miliar bertenor tujuh tahun dan Seri C senilai Rp151,33 miliar bertenor 10 tahun. Imbal hasil untuk surat utang syariah ini adalah floating.
Pada proses penerbitan surat utangnya, anak usaha dari Asia Pulp & Paper Mills menunjuk 10 penjamin pelaksana emisi surat utang, yakni PT Aldiracita Sekuritas Indonesia, PT BCA Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT Indo Premier Sekuirtas, PT KB Valbury Sekuritas, PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia, PT Mandiri Sekuritas, PT Maybank Sekuritas Indonesia, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM) dan PT Sucor Sekuritas.
Rencananya, masa penawaran umum akan berlangsung pada 2-3 Februari 2026, penjatahan pada 4 Februari 2026, pendistribusian obligasi dan sukuk secara elektronik (Tanggal Emisi) pada 6 Februari 2026 dan pencatatan surat utang di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 Februari 2026. (*)
Penulis: Gavin D Varyn
Editor: Milva Sary
