
RollingStock.ID – PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) berencana menerbitkan dan menawarkan surat utang sebesar Rp1,27 triliun, yang perolehan dananya akan dimanfaatkan untuk membayar utang obligasi yang jatuh tempo pada 22 Februari 2026.
Berdasarkan prospektus ringkas TBIG terkait rencana penawaran surat utang yang diterbitkan di Jakarta, 27 Januari 2026, emiten di bawah kendali Bersama Digital Infrastructure Asia Pte Ltd ini akan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan VII Tahap III-2026 sebesar 1,06 triliun dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap III-2026 senilia Rp210,1 miliar.
Sekadar mengingatkan, Obligasi Berkelanjutan VII menargetkan total penghimpunan dana mencapai Rp20 triliun, sedangkan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I sebesar Rp8 triliun. Sebelumnya, TBIG telah menerbitkan Obligasi Berkelanjutan VII Tahap I dan II sebesar Rp2,35 triliun, sedangkan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap I dan II senilai Rp1,35 triliun.
Pada rencana penerbitan Obligasi Berkelanjutan VII Tahap III-2026, surat utang ini dibagi menjadi tiga seri, yakni Seri A sebesar Rp700 miliar bertenor 370 hari dengan tingkat bunga 4,85 persen, Seri B Rp189 miliar bertenor tiga tahun dengan bunga sebesar 5,7 persen dan Seri C senilai Rp173 miliar bertenor lima tahun dengan tingkat bunga 6 persen per tahun.
Manajemen TBIG menunjuk tujuh penjamin emisi obligasi, yakni PT Indo Premier Sekuritas (IndoPremier), PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM), PT CIMB Niaga Sekuritas, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, PT Aldiracita Sekuritas Indonesia, PT Kay Hian Sekuritas dan PT BNI Sekuritas.
Untuk Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap III-2026, surat utang syariah ini terbagi menjadi dua seri, yaitu Seri A sebesar Rp125,1 miliar bertenor tiga tahun dengan cicilan imbalan ijarah Rp7,13 miliar per tahun dan Seri B senilai Rp85 miliar bertenor lima tahun dengan cicilan imbalan ijarah Rp5,1 miliar.
Pada penerbitan surat utang syariah ini, manjemen TBIG menunjuk enam penjamin pelaksana emisi sukuk, yaitu IndoPremier, TRIM, CIMB Niaga Sekuritas, DBS Vickers Sekuritas, Aldiracita Sekuritas, dan BNI Sekuritas.
Periode penawaran obligasi dan sukuk pada 6 dan 9 Februari 2026, penjatahan pada 10 Februari 2026, pendistribusian surat utang (Tanggal Emisi) pada 12 Februari 2026 dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) diagendakan pada 13 Februari 2026.
Rencananya, seluruh dana hasil penawaran obligasi maupun sukuk —setelah dikurangi biaya-biaya emisi— akan digunakan untuk mendanai sebagian kewajiban TBIG dalam rangka pelunasan seluruh pokok Obligasi Berkelanjutan VI Tahap V-2025 Seri A yang akan jatuh tempo pada 22 Februari 2026. (*)
Penulis: Syafril JA Surya
Editor: Milva Sary
