
RollingStock.ID – Harga emas kembali mencetak rekor tertinggi dan sekaligus memperpanjang penguatan beruntun, seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global. Permintaan terhadap aset safe-haven tetap kuat di tengah risiko kebijakan Amerika Serikat, prospek suku bunga dan gejolak politik internasional yang belum mereda.
Menurut laporan Reuters di Bengaluru, Selasa (27/1) atau Rabu (28/1) dini hari WIB, emas spot melonjak 1,5 persen menjadi USD5.091,17 per ons pada pukul 01.32 WIB, setelah pada sesi sebelumnya sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di level USD5.110,50 per ons sebelum ditutup di USD5.014,29. Sementara itu, harga emas berjangka AS untuk kontrak pengiriman Februari 2026 ditutup relatif stabil di level USD5.082,60 per ons.
Pada tahun berjalan di 2026, harga emas sudah melambung 18 persen, melanjutkan reli kuat di sepanjang 2025. Kenaikan tersebut didorong kombinasi peningkatan ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global, ekspektasi penurunan bunga acuan AS dan pembelian emas yang semakin agresif olehh bank sentral di tengah penguatan tren dedolarisasi. “Reli biasanya berakhir ketika faktor pendorong awal memudar. Saat ini hal itu sama sekali belum terjadi,” ujar analis Bank of America, Michael Widmer.
Sentimen pasar semakin tertekan setelah Presiden AS, Donald Trump mengumumkan rencana penerapan tarif baru terhadap impor dari Korea Selatan, disusul kekhawatiran terhadap risiko penutupan sebagian pemerintahan AS menjelang tenggat pendanaan pada 30 Januari 2026. Pelaku pasar juga menanti hasil pertemuan kebijakan Federal Reserve yang berlangsung selama dua hari mulai Selasa, dengan fokus pada konferensi pers Chairman The Fed, Jerome Powell di tengah kekhawatiran terhadap independensi bank sentral, meski suku bunga diperkirakan tetap dipertahankan.
Untuk pasar logam mulia lainnya, harga perak spot melesat 3,3 persen menjadi USD107,37 per ons, setelah sehari sebelumnya mencetak rekor tertinggi di USD117,69 dengan kenaikan lebih dari 50 persen di 2026. Namun volatilitas masih membayangi pasar, tercermin dari koreksi tajam harga platinum spot hingga 7,3 persen menjadi USD2.555,43 per ons dan paladium yang anjlok 5,5 persen ke USD1.873,93 per ons. (*)
Penulis: Rahmat Adi Candra
Editor: Milva Sary
