
RollingStock.ID – PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) menyiapkan dana mencapai Rp250 miliar untuk program pembelian kembali (buyback) saham yang akan berlangsung selama kurun tiga bulan ke depan.
Berdasarkan keterbukaan informasi RAJA yang diterbitkan di Jakarta, Kamis (29/1), emiten milik pengusaha Hapsoro Sukmonohadi alias Happy Hapsoro ini akan melaksanakan buyback mulai hari ini hingga 28 April 2026, baik melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) maupun di luar Bursa,
Manajemen RAJA menyampaikan, buyback dilakukan pada kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan sebagaimana diatur dalam POJK 13/2023. Berdasarkan Pasal 7 POJK 13/2023 dan Surat OJK Nomor S-102/D.04/2025 tertanggal 17 September 2025. Perseroan dapat melakukan pembelian kembali saham tanpa memperoleh persetujuan terlebih dahulu dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Dana untuk pelaksanaan buyback seluruhnya berasal dari kas internal RAJA dan tidak akan mengganggu kegiatan operasional. Jumlah saham yang akan dibeli kembali tidak akan melebihi 20 persen dari jumlah modal ditempatkan dan disetor RAJA, dengan ketentuan paling sedikit saham yang beredar setelah buyback adalah 7,5 persen.
“Pembelian kembali saham akan dilakukan dengan harga yang dianggap baik dan wajar olehh manajemen perseroan dengan memperhatikan POJK No. 29/2023 tentang Pembelian Kembali Saham yang Dikeluarkan Perusahaan Terbuka,” demikian disampaikan manajemen RAJA.
Lebih lanjut manajemen menyampaikan, penggunaan kas internal untuk buyback berpotensi menurunkan aset dan ekuitas hingga sebesar maksimum Rp250 miliar. Perseroan berpandangan, pelaksanaan buyback tidak berdampak secara material terhadap kinerja usaha dan pendapatan, karena saldo laba dan arus kas dinilai mencukupi untuk mendukung pelaksanaan buyback.
Saham hasil buyback akan dicatat sebagai saham treasuri milik induk usaha PT Raharja Energi Cepu Tbk (CEPU) ini. Pelaksanaan buyback akan dihentikan apabila target saham yang akan dibeli telah terpenuhi, seluruh dana buyback sudah digunakan atau jangka waktu pelaksanaan telah berakhir. (*)
Penulis: Rahmat Adi Candra
Editor: Milva Sary
