
RollingStock.ID – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi membatalkan rencana pengambilalihan emiten pedagang sprei, PT Soraya Berjaya Indonesia Tbk (SPRE) olehh perusahaan asal Singapura, Saiko Consultancy Pte Ltd, karena rencana ini melanggar komitmen pengendali SPRE yang tercantum dalam Pernyataan Pendaftaran Penawaran Umum Perdana Saham (IPO).
Pembatalan rencana akuisisi disampaikan dalam surat resmi SPRE kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI tertanggal 28 Januari 2026. Informasi ini merujuk pada surat Saiko Consultancy Pte Ltd yang juga tertanggal 28 Januari 2026 mengenai pembatalan rencana pengambilalihan saham SPRE, yang sebelumnya diumumkan kepada publik mengenai Negosiasi Rencana Pengambilalihan pada 19 Januari 2026.
Pada surat tersebut, Saiko Consultancy menyatakan, rencana akuisisi SPRE dibatalkan sampai dengan adanya pemberitahuan lebih lanjut. Calon pengendali baru ini juga menyampaikan akan memberikan informasi lanjutan apabila terdapat perkembangan berikutnya terkait rencana pengambilalihan SPRE.
Pembatalan rencana akuisisi ini terjadi setelah adanya rangkaian komunikasi antara SPRE dengan BEI. Berdasarkan undangan dengar pendapat BEI tertanggal 20 Januari 2026, perseroan menghadiri pertemuan dengan BEI pada 22 Januari 2026 untuk membahas rencana pengambilalihan tersebut.
Dalam pertemuan tersebut, BEI meminta klarifikasi kepada Rizet Ramawi selaku pemegang saham pengendali (PSP) SPRE terkait komitmen yang disampaikan dalam Pernyataan Pendaftaran IPO. Komitmen itu tertuang dalam surat Rizet Ramawi tertanggal 25 April 2024, yang menyatakan kesediaannya untuk tetap menjadi pemilik manfaat akhir (UBO) atau pengendali SPRE, serta tetap menjabat sebagai anggota Direksi atau Dewan Komisaris Perseroan selama sekurang-kurangnya lima tahun sejak tanggal pencatatan saham SPRE di BEI pada 3 Juli 2024.
Menanggapi klarifikasi tersebut, Rizet Ramawi akhirnya mengatakan akan tetap untuk menjadi pengendali atau UBO SPRE, sesuai dengan surat komitmen yang telah disampaikan pada saat IPO. Sejalan dengan penegasan tersebut, Saiko Consultancy selaku calon pengendali baru menyampaikan bahwa saat ini tengah dilakukan pembahasan mengenai kemungkinan struktur transaksi alternatif.
Berdasarkan laporan keterbukaan informasi SPRE, Saiko Consultancy sudah membatalkan rencana pengambilalihan saham perseroan yang dimiliki Rizet Ramawi sebanyak 222,6 juta lembar atau setara 27,83 persen dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan. (*)
Penulis: Gavin D Varyn
Editor: Milva Sary
