
RollingStock.ID – Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik menegaskan komitmen BEI untuk terus meningkatkan transparansi dan tata kelola pasar saham Indonesia agar setara dengan praktik di market global.
Penegasan tersebut menyusul pengunduran diri Direktur Utama BEI, Iman Rachman pada Jumat (30/1), pasca bursa saham mengalami pembekuan sementara perdagangan (trading halt) akibat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 8 persen dalam dua hari berturut-turut.
“Menindaklanjuti (pengunduran diri) itu, melalui mekanisme internal di Bursa Efek Indonesia juga sudah dilakukan rapat direksi untuk menunjuk pejabat Direktur Utama dan sudah disetujui Dewan Komisaris,” ujar Jeffrey saat konferensi pers yang digelar di Wisma Danantara, Jakarta, Sabtu (31/1) malam.
Jeffrey memastikan, operasional BEI tetap berjalan normal dan proses pengambilan keputusan tidak akan terganggu. Menurut dia, BEI berkomitmen membangun pasar modal Indonesia yang didasari penguatan transparansi dan tata kelola setara bursa global.
“Kami juga menegaskan komitmen kami untuk membangun pasar modal Indonesia berkelas dunia tidak hanya setara dalam hal nilai perdagangan dan kapitalisasi pasar, tetapi juga setara dalam transparansi dan tata kelola,” kata Jeffrey.
Dia menjelaskan, BEI terus mencermati perkembangan terakhir dan harapan dari para penyedia indeks global. “Kami sudah berkomunikasi dengan beberapa index provider global, kami sudah menampung apa yang diharapkan dan semua itu akan kami deliver dalam waktu secepat mungkin untuk memberikan kenyamanan dan perlindungan kepada seluruh investor,” tuturnya.
Pada kesempatan tersebut, Pjs Direktur Utama BEI ini juga menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak terhadap BEI dalam menjalankan mandatnya untuk menyelenggarakan perdagangan Efek yang teratur, wajar dan efisien di pasar modal Indonesia. (*)
Penulis: Gavin D Varyn
Editor: Milva Sary
