
RollingStock.ID – Inflasi pada Januari 2026 tercatat sebesar 3,55 persen secara year on year (y-o-y), dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 109,75. Angka ini mencerminkan kenaikan harga barang dan jasa secara umum dibandingkan periode yang sama setahun sebelumnya.
Berdasarkan pengumuman Badan Pusat Statistik (BPS) yang dipublikasikan Senin (2/2), inflasi y-o-y secara regional tertinggi di Provinsi Aceh sebesar 6,69 persen dengan IHK 114,23. Sementara itu, inflasi terendah tercatat di Provinsi Lampung sebesar 1,9 persen dengan IHK 109,71.
Pada tingkat kabupaten/kota, inflasi y-n-y tertinggi terjadi di Kota Gunungsitoli sebesar 8,68 persen dengan IHK 116,41. Adapun inflasi terendah tercatat di Kabupaten Minahasa Selatan sebesar 0,99 persen dengan IHK 109,67.
Sementara itu, pada Januari 2026 tercatat deflasi secara bulanan (month-to-month/m-t-m) sebesar 0,15 persen. Tingkat deflasi yang sama juga terjadi secara year to date (y-to-d), yakni sebesar 0,15 persen.
Dari sisi komponen, inflasi inti pada Januari 2026 tercatat sebesar 2,45 persen secara y-o-y. Untuk inflasi inti, tingkat inflasi m-t-m dan y-t-d masing-masing tercatat sebesar 0,37 persen, menunjukkan adanya tekanan harga yang relatif terkendali pada kelompok barang dan jasa yang bersifat fundamental. (*)
Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary
