Default! Pefindo Downgrade Peringkat Utang Wijaya Karya (WIKA) ke Level idD

wika

RollingStock.ID – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memutuskan untuk menurunkan peringkat surat utang milik PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) ke level idD (default) dari sebelumnya idCCC (hampir gagal bayar), menyusul penundaan pembayaran kupon yang jatuh tempo pada 3 Februari 2026.

Berdasarkan surat WIKA kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tertanggal 4 Februari 2026, penurunan peringkat tersebut dilakukan setelah Pefindo melakukan pemantauan khusus (special review) atas Obligasi Berkelanjutan III Tahap I dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan III Tahap I Seri B milik WIKA.

Hasil pemantauan Pefindo menilai bahwa surat utang tersebut mencerminkan kegagalan WIKA dalam memenuhi kewajiban pembayaran tepat waktu. Manajemen WIKA mengakui, penundaan pembayaran kupon dan bagi hasil itu berkaitan erat dengan kondisi likuiditas yang semakin terbatas.

Sejak 2025, WIKA menghadapi tekanan berat akibat pelemahan pasar industri konstruksi, sehingga berdampak langsung pada penurunan perolehan kontrak baru. Hingga Desember 2025, WIKA hanya membukukan kontrak baru Rp17,5 triliun atau anjlok sekitar 15 persen (year-on-year), dengan mayoritas kontrak baru diraih pada Desember 2025.

Dengan demikian, ttekanan kinerja operasional tersebut berimbas pada penurunan penjualan dan penerimaan kas WIKA. Pada saat yang sama, perseroan masih menanggung beban investasi jangka panjang dari pinjaman jangka pendek dan belum memberikan imbal hasil positif.

Kondisi tersebut mendorong peningkatan beban bunga dan mempersempit ruang kas bebas (unrestricted cash) yang seharusnya digunakan untuk memenuhi kewajiban pembayaran bunga obligasi maupun bagi hasil sukuk mudharabah.

Manajemen WIKA mengaku, pihaknya sudah melakukan berbagai langkah transformasi dan bisa mencatatkan kinerja positif pada core business, tercermin dari EBITDA operasi di luar entitas pengendalian bersama. Namun, perbaikan tersebut belum cukup untuk meredam tekanan likuiditas jangka pendek, sehingga WIKA tetap memerlukan waktu dan dukungan seluruh pemangku kepentingan untuk menyehatkan kondisi usaha dan keuangan.

Sebagai respons atas kondisi tersebut, WIKA sudah mengajukan proyeksi kemampuan pembayaran utang dan usulan skema restrukturisasi dalam Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) dan Rapat Umum Pemegang Sukuk (RUPSU) yang digelar pada 4, 5, 8, 10 dan 11 Desember 2025.

Usulan tersebut mencakup penundaan pembayaran, penyesuaian tingkat bunga dan bagi hasil, serta perubahan jadwal jatuh tempo pokok. Sayangnya, pemegang obligasi dan sukuk belum memberikan persetujuan atas skema yang diajukan WIKA.

Ke depan, WIKA berencana kembali menyampaikan term sheet restrukturisasi yang telah disesuaikan melalui rapat informal, group meeting maupun pertemuan satu per satu dengan para pemegang Efek utang. Langkah ini untuk mendapatkan dukungan sebelum kembali menggelar RUPO dan RUPSU, di tengah tekanan peringkat dan risiko gagal bayar. (*)

Penulis: Rahmat Adi Candra
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top