Rugi Bersih Bengkak 74,2%, Defisit JungleLand (JGLE) Naik Jadi Rp815,21 Miliar

jgle
PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk (JGLE) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Tahun Buku 2025, PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk (JGLE) menderita rugi bersih mencapai Rp46,42 miliar atau melonjak 74,2 persen dibandingkan dengan Tahun Buku 2024 yang mengalami rugi bersih sebesar Rp26,65 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan JGLE yang dipublikasikan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (6/2) malam, emiten pengelola JungleLand ini hanya mencatatkan pendapatan di sepanjang 2025 sebesar Rp155,78 miliar atau menurun 5,9 persen dibandingkan dengan capaian di 2024 mencapai Rp165,62 miliar.

Dengan demikian, laba bruto untuk Tahun Buku 2025 ikut melorot 14,6 persen (year-on-year) menjadi Rp100,77 miliar. Sementara itu, laba usaha di sepanjang 2025 tergerus hingga 65,9 persen menjadi Rp7,79 miliar dibandingkan dengan Rp22,85 miliar pada 2024.

Selain itu, beban lain-lain neto di 2025 dicatatkan emiten milik Bakrie Group ini tercatat meningkat 9,5 persen menjadi Rp54,21 miliar dari Rp49,5 miliar pada 2024, terutama dipengaruhi bagian rugi entitas asosiasi maupun beban bunga dan keuangan.

Tekanan tersebut menyebabkan JGLE mencatatkan rugi sebelum pajak penghasilan Rp46,42 miliar dan berujung pada rugi bersih dengan nilai yang sama, karena pada Tahun Buku 2025 tidak terdapat beban pajak.

Pada sisi neraca, total aset per 31 Desember 2025 tercatat Rp1,52 triliun atau menurun 1,4 persen (y-o-y), dengan jumlah kas dan setara kas tersisa Rp15,7 miliar atau melorot 22,9 persen dibandingkan Rp20,37 miliar pada 31 Desember 2024.

Adapun total liabilitas hingga akhir Desember 2025 mencapai Rp429,71 miliar, meningkat 0,6 persen dari posisi per akhir Desember 2024 yang sebesar Rp427,17 miliar. Struktur kewajiban menunjukkan bahwa liabilitas jangka pendek mencapai Rp240,39 miliar atau membengkak 43,9 persen (y-o-y) dan tampak mendominasi total liabilitas JGLE.

Sementara itu, ekuitas per akhir 2025 tercatat Rp1,09 triliun atau merosot 2,1 persen dibandingkan Rp1,11 triliun pada akhir 2024. Penurunan ini sejalan dengan membengkaknya saldo defisit menjadi Rp815,21 miliar atau meningkat 6 peren (y-o-y), terutama dipicu rugi bersih yang dibukukan di sepanjang 2025. (*)

Penulis: Gavin D Varyn
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top