Emiten Milik Noprian Fadli Lanjutkan Proses Akuisisi Tambang Batubara

meja
Ilustrasi – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Pemegang saham pengendali (PSP) PT Harta Jaya Karya Tbk (MEJA), yakni PT Triple Berkah Bersama mengungkap perkembangan terbaru terkait rencana MEJA yang akan mengakuisisi 45 persen saham PT Trimata Coal Perkasa (TCP) melalui mekanisme share swap.

Berdasarkan surat Triple Berkah Bersama kepada manajemen MEJA tertanggal 8 Februari 2026, pelaksanaan akusisi tersebut diutamakan melalui mekanisme shares swap saham TCP dengan saham MEJA atau dengan cara lain sepanjang tidak menggunakan dana dari kas MEJA.

Pada surat yang ditandatangi Direktur Triple Berkah Bersama, Noprian Fadli tersebut menginformasikan bahwa pada 30 Januari 2026 pihaknya menerima pemberitahuan dari TCP perihal sejumlah perkembangan operasional. Dia menyampaikan, TCP sudah menunjuk PT Mitra Abadi Mahakam sebagai kontraktor untuk melaksanakan eksploitasi tambang batubara milik TCP.

Tambang yang berlokasi di Banyuasin, Sumatera Selatan tersebut memiliki status kuasa jual batubara yang tetap berada pada TCP. Eksploitasi batubara direncanakan berlangsung pada tahun ini juga, dengan target produksi di 2026 mencapai 1,5 juta ton sesuai Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) TCP Tahun Buku 2026 yang telah disetujui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Lebih lanjut Noprian menyampaikan, TCP juga sudah mendapatkan pembeli siaga untuk batubara yang akan diproduksi, yaitu Agro Energy Trading Pte Ltd. Triple Berkah Bersama pun menegaskan bahwa pelaksanaan akuisisi saham TCP berlangsung secara bertahap.

Noprian yang merupakan pemilik manfaat akhir (UBO) dari Triple Berkah Bersama ini menyebutkan, MEJA bersama pemegang saham pengendali TCP sedang mempersiapkan berbagai hal yang diperlukan, agar perseroan bisa menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) terkait penambahan modal untuk merealisasikan rencana akuisisi.

Tambang batubara TCP disebut memiliki luas konsesi hingga 11.640 hektare di Sumatera Selatan dengan karakteristik seam batubara tebal dan ekonomis, serta kondisi geologi dan metode penambangan dinilai cocok untuk operasi jangka panjang dengan kapasitas produksi tinggi.

Mengacu pada laporan JORC TCP, estimasi sumber daya batubara sebanyak 693,7 juta ton. Estimasi ini disusun konsultan independen Faan Grobbelaar & Associates. Berdasarkan informasi dari TCP, aktivitas penambangan dan penjualan batubara akan menghasilkan laba sebelum pajak USD7-USD10 per ton. Enterprise value TCP diperkirakan Rp2,49 triliun, sebagaimana disampaikan dalam informasi yang dirilis Triple Berkah Bersama pada 8 Februari 2026. (*)

Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top