
RollingStock.ID – Pemerintah mengingatkan bahwa pada bursa saham atau berbagai pasar lainnya selalu terdapat potensi praktik yang dapat merugikan investor. Anomali yang tidak masuk akal di pasar perlu direspons sebagai sinyal bahaya.
Pernyataan tersebut disampaikan Utusan Khusus Presiden RI Bidang Energi dan Lingkungan, Hashim Djojohadikusumo di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Rabu (11/2).
“Di pasar akan selalu ada potensi penipuan yang mencoba merugikan investor dan itu menjadi tugas otoritas untuk mengawasinya,” ujar Hashim seraya menyebutkan bahwa intergritas di pasar saham merupakan hal penting untuk diterapkan.
Lebih lanjut dia mengatakan, anomali yang tidak masuk akal di pasar harus diperlakukan sebagai tanda bahaya, maka kewaspadaan para pelaku pasar dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI secara konsisten diperlukan agar kepercayaan tetap terjaga. “Pemerintah akan mengawasi dengan ketat. Dan saya serius,” tegas Hashim.
Hashim menyatakan, pasar berintegritas tinggi hanya dapat terwujud jika terdapat kepercayaan dan kredibilitas secara umum. Dia juga menyebutkan, pemerintah akan melakukan pemantauan secara ketat untuk memastikan investor terlindungi.
Dia menambahkan, sejumlah investor global yang ditemuinya meminta pemerintah menjaga kredibilitas pasar. “Delapan investor yang bertemu saya hari Senin lalu meminta pemerintah menjaga kredibilitas pasar kita,” ucap Hashim. (*)
Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary
