Fasilitas LNG Jababeka (KIJA) Mulai Produksi, Sasar Pasar Jawa Timur dan Bali

kija3
Pabrik LNG di Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER)- (Foto: Dokumentasi KIJA)

RollingStock.ID – PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) melalui entitas anaknya, PT Likuid Nusantara Gas resmi mengoperasikan pabrik mini gas alam cair (LNG) di kawasan Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER) Jawa Timur. Pabrik ini mulai memproduksi dan menyalurkan LNG untuk memenuhi kebutuhan energi industri di Jawa Timur dan Bali.

Berdasarkan siaran pers KIJA yand dikutip Kamis (12/2), pada tahap awal operasional, perseroan telah memasok LNG ke kedua wilayah tersebut. Peresmian fasilitas dilakukan pada 11 Februari 2026, yang dihadiri Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung.

Fasilitas ini juga disebut sebagai kilang mini LNG pertama di Pulau Jawa yang diharapkan bisa mengoptimalkan pemanfaatan gas domestik untuk industri hingga pembangkit listrik. Proyek pabrik mini LNG ini dikembangkan melalui perusahaan patungan dengan nilai investasi USD16,9 juta.

PT Jababeka Infrastruktur, entitas anak KIJA menguasai 60 persen saham, sedangkan PT Fortius Development Asia dan pemegang saham perorangan masing-masing memiliki 20 persen.

Pabrik yang berdiri di atas lahan sekitar 1 hektar tersebut memiliki kapasitas produksi awal 2,5 MMSCFD per hari dan berfungsi sebagai pusat pengolahan dan distribusi LNG dengan dukungan armada iso tank untuk melayani konsumen ritel maupun distributor.

Manajemen Jababeka menyatakan, fasilitas ini diharapkan dapat memperkuat penyediaan energi yang lebih kompetitif dan rendah emisi bagi pelaku industri, sekaligus meningkatkan kontribusi pendapatan berulang dari segmen infrastruktur.

Sejumlah konsumen, termasuk PGN Gagas telah bekerja sama dalam pemanfaatan LNG dan dilaporkan memperoleh efisiensi biaya energi setelah beralih dari bahan bakar sebelumnya. Ke depan, prospek pengembangan fasilitas tetap terbuka, seiring meningkatnya kebutuhan energi industri yang lebih bersih.

PT Likuid Nusantara Gas menargetkan, peningkatan kapasitas produksi menjadi 4 MMSCFD per hari melalui penambahan dua unit mesin pengolahan LNG dengan target realisasi pada paruh kedua 2027, guna menjangkau lebih banyak konsumen di Jawa Timur dan Bali. (*)

Penulis: Rahmat Adi Candra
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top