
RollingStock.ID – PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) berencana menerbitkan dan menawarkan obligasi senilai Rp98,06 miliar dan sukuk sebesar Rp122,83 miliar, yang perolehan dananya akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja.
Berdasarkan keterbukaan keterbukaan informasi BWPT yang diterbitkan di Jakarta, Kamis (12/2), emiten perkebunan kelapa sawit ini akan menawarkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap IV-2026 sebesar Rp98,06 miliar.
Sekadar mengingatkan, BWPT menargetkan total penghimpunan dana dari PUB Obligasi Berkelanjutan I sebesar Rp400 miliar. Sebelumnya perseroan telah menerbitkan obligasi Tahap I, II dan III sebesar Rp301,94 miliar.
Pada rencana penarawan Obligasi Berkelanjutan I Tahap IV-2026, surat utang ini akan terbagi menjadi tiga seri, yakni Seri A senilai Rp7,7 miliar bertenor 370 hari dengan tingkat bunga 8,25 persen per tahun.
Sementara itu, Seri B sebesar Rp85,79 miliar bertenor tiga tahun dengan tingkat kupon 9,75 persen per tahun dan Seri C senilai Rp4,57 miliar bertenor lima tahun dengan tingkat bunga mencapai 11 persen per tahun.
Selain menerbitkan obligasi, BWPT juga akan menawarkan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap III-2026 sebesar Rp122,83 miliar. Adapun total target penghimpunan dana dari program PUB Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I adalah sebesar 475 miliar, yang telah didistribusikan sebesar Rp352,17 miliar (Tahap I dan II).
Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap III-2026 akan terbagi menjadi tiga seri, yakni Seri A senilai Rp36,06 miliar bertenor 370 hari dengan indikasi bagi hasil yang ekuivalen sebesar 8,25 persen per tahun.
Seri B sebesar Rp42,8 miliar bertenor tiga tahun dengan indikasi bagi hasil yang ekuivalen 9,75 persen per tahun dan Seri C senilai Rp43,97 miliar bertenor lima tahun dengan indikasi bagi hasil yang ekuivalen sebesar 11 persen per tahun.
Patut dicatat, obligasi dan sukuk yang ditawarkan BWPT ini memiliki peringkat idA- (Single A Minus) dan idA-sy (Single A Minus Syariah) yang diberikan PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi surat utang adalah PT KB Valbury Sekuritas dan PT BNI Sekuritas.
Masa penawaran obligasi dan sukuk akan berlangsung pada 23-24 Februari 2026, pejatahan pada 25 Februari 2026, pendistribusian surat utang secara elektronik (Tanggal Emisi) pada 27 Februari 2026 dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) diagendakan pada 2 Maret 2026.
Rencananya, dana yang diperoleh dari penerbitan obligasi dan sukuk —setelah dikurangi biaya-biaya emisi— akan digunakan untuk modal kerja BWPT, antara lain pembelian persediaan tandan buah segar dan minyak kelapa sawit, biaya pemeliharaan tanaman. (*)
Penulis: Kafka D Eiren
Editor; Milva Sary
