Tower Bersama (TBIG) Siap “Tutup Lubang”, Hari Ini Surat Utang Dicatat di BEI

debt
Ilustrasi – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Hari ini PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) akan mencatatkan surat utang di Bursa Efek Indonesia (BEI), yang perolehan dananya akan dimanfaatkan untuk membayar surat utang yang jatuh tempo pada 22 Februari 2026.

Mengutip Prospektus Ringkas TBIG, pada 13 Februari 2026, emiten di bawah kendali Bersama Digital Infrastructure Asia Pte Ltd ini akan mencatatkan Obligasi Berkelanjutan VII Tahap III-2026 sebesar 1,06 triliun dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap III-2026 senilia Rp210,1 miliar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Sekadar mengingatkan, Obligasi Berkelanjutan VII menargetkan total penghimpunan dana mencapai Rp20 triliun, sedangkan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I sebesar Rp8 triliun. Sebelumnya, TBIG telah menerbitkan Obligasi Berkelanjutan VII Tahap I dan II sebesar Rp2,35 triliun, sedangkan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap I dan II senilai Rp1,35 triliun.

Pada rencana penerbitan Obligasi Berkelanjutan VII Tahap III-2026, surat utang ini dibagi menjadi tiga seri, yakni Seri A sebesar Rp700 miliar bertenor 370 hari dengan tingkat bunga 4,85 persen, Seri B Rp189 miliar bertenor tiga tahun dengan bunga sebesar 5,7 persen dan Seri C senilai Rp173 miliar bertenor lima tahun dengan tingkat bunga 6 persen per tahun.

Manajemen TBIG menunjuk tujuh penjamin emisi obligasi, yakni PT Indo Premier Sekuritas (IndoPremier), PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM), PT CIMB Niaga Sekuritas, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, PT Aldiracita Sekuritas Indonesia, PT Kay Hian Sekuritas dan PT BNI Sekuritas.

Untuk Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap III-2026, surat utang syariah ini terbagi menjadi dua seri, yaitu Seri A sebesar Rp125,1 miliar bertenor tiga tahun dengan cicilan imbalan ijarah Rp7,13 miliar per tahun dan Seri B senilai Rp85 miliar bertenor lima tahun dengan cicilan imbalan ijarah Rp5,1 miliar.

Pada penerbitan surat utang syariah ini, manjemen TBIG menunjuk enam penjamin pelaksana emisi sukuk, yaitu IndoPremier, TRIM, CIMB Niaga Sekuritas, DBS Vickers Sekuritas, Aldiracita Sekuritas, dan BNI Sekuritas.

Rencananya, seluruh dana hasil penawaran obligasi maupun sukuk —setelah dikurangi biaya-biaya emisi— akan digunakan untuk mendanai sebagian kewajiban TBIG dalam rangka pelunasan seluruh pokok Obligasi Berkelanjutan VI Tahap V-2025 Seri A yang akan jatuh tempo pada 22 Februari 2026. (*)

Penulis: Syafril JA Surya
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top