
RollingStock.ID – Sepanjang 2025, PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) alias Latinusa membukukan laba bersih USD973,39 ribu atau berbanding terbalik dengan Tahun Buku 2024 yang menderita rugi bersih USD18,85 ribu.
Berdasarkan laporan keuangan NIKL untuk periode berakhir 31 Desember 2025 yang dikutip Minggu (15/2), emiten industri logam dan mineral ini mencatatkan nilai penjualan USD139,83 juta atau merosot 10,21 persen dibandingkan periode yang sama di 2024 sebesar USD155,73 juta.
Di tengah penurunan omzet tersebut, NIKL cuma bisa menekan beban pokok penjualan di 2025 sebesar 9,98 persen (year-on-year) menjadi USD131,72 juta, sehingga laba bruto tahun lalu menjadi USD8,11 juta atau melorot 13,63 persen (y-o-y).
Namun pada periode Januari-Desember 2025, emiten terafiliasi dengan KRAS ini mampu membukukan laba sebelum pajak penghasilan USD1,42 juta atau melambung 360,3 persen (y-o-y). Hal ini terutama disebabkan penurunan rugi selisih kurs hingga 63,86 persen (y-o-y) menjadi USD558,95 ribu.
Dengan adanya beban pajak penghasilan di 2025 sebesar USD447,59 ribu, maka laba bersih tahun berjalan yang dibukukan NIKL menjadi USD973,39 ribu. Kinerja income statement ini mengalami perbaikan dibanding Tahun Buku 2024 yang menderita rugi bersih USD18,85 ribu.
Akibatnya, ekuitas NIKL per 31 Desember 2025 ikut meningkat 1,83 persen menjadi USD56,87 juta dari USD55,85 juta pada 31 Desember 2024. Hingga akhir Desember 2025, total liabilitas tercatat USD63,39 juta atau bisa ditekan 20,17 persen (y-o-y), namun masih didominasi kewajiban jangka pendek sebesar USD61 juta.
Per 31 Desember 2025, total aset tercatat USD120,26 juta atau menurun 11,09 persen (y-o-y), dengan jumlah kas dan setara kas tersisa USD7,07 juta atau terperosok 16,23 persen dibandingkan posisi per 31 Desember 2024 yang sebesar USD8,44 juta. (*)
Penulis: Syafril JA Surya
Editor: Milva Sary
