Rugi Bersih di 2025 Naik 102%, Defisit Cashlez (CASH) Bengkak Jadi Rp197,38 Miliar

cash
Ilustrasi – (Foto: RollingStock)

RollingStock.ID – Sepanjang 2025, PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (CASH) menderita rugi bersih mencapai Rp68,12 miliar atau melonjak 101,96 persen dibandingkan Tahun Buku 2024 yang sebesar Rp33,73 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan CASH untuk periode berakhir 31 Desember 2025 yang dikutip Selasa (17/2), emiten aplikasi dan jasa internet ini hanya mampu membukukan pendapatan Rp110,19 miliar atau tersungkur 20,35 persen dibandingkan periode yang sama di 2024 sebesar Rp138,34 miliar.

Seiring dengan penurunan omzet tersebut, jumlah beban pokok pendapatan yang dicatatkan Cashlez di 2025 menurun 24,57 persen (year-on-year) menjadi Rp90,01 miliar. Dengan demikian, laba bruto pada tahun lalu menjadi Rp20,18 miliar atau meningkat 6,15 persen (y-o-y), sehingga margin laba bruto tercatat sebesar 18,31 persen.

Namun pada periode Januari-Desember 2025 perseroan mencatatkan rugi usaha sebesar Rp45,97 miliar atau membengkak 27,77 persen (y-o-y), terutama terdorong lonjakan kerugian penurunan nilai piutang (neto) sebesar 2.994 persen menjadi Rp11,7 miliar dari Rp360,83 juta di Tahun Buku 2024. Realisasi ini setara dengan margin rugi usaha sebesar 41,72 persen.

Sepanjang 2025, CASH mencatatkan rugi sebelum pajak penghasilan Rp54,84 miliar alias meningkat 27,44 persen dibandingkan dengan rugi sebelum pajak penghasilan di sepanjang 2024 yang sebesar Rp43,03 miliar, sehingga margin rugi sebelum pajak tercatat sebesar 49,78 persen terhadap pendapatan.

Dengan adanya beban pajak penghasilan (neto) di 2025 sebesar Rp12,9 miliar, maka rugi tahun berjalan menjadi Rp67,74 miliar atau melambung 94,66 persen (y-o-y). Adapun besaran rugi tahun berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk di 2025 mencapai Rp68,12 miliar atau melonjak 101,96 persen (y-o-y), sehingga margin rugi bersih tercatat sebesar 61,83 persen terhadap pendapatan.

Akibat rugi bersih Rp68,12 miliar tersebut, maka per 31 Desember 2025 total defisit CASH membengkak menjadi Rp197,38 miliar dari Rp129,26 miliar per 31 Desember 2024. Sementara itu, jumlah ekuitas hingga akhir 2025 tercatat Rp62,03 miliar atau terperosok 48,79 persen (y-o-y), maka return on equity (ROE) tercatat negatif 109,84 persen.

Hingga akhir Desember 2025, total liabilitas membengkak 86,31 persen (y-o-y) menjadi Rp209,6 miliar, yang didominasi kewajiban jangka pendek Rp116,63 miliar. Lantaran terdorong lonjakan liabilitas, maka per 31 Desember 2025 jumlah aset Cashlez menjadi Rp271,63 miliar atau meningkat 16,27 persen (y-o-y). Sehingga, debt to equity ratio (DER) tercatat 3,38 kali dan rasio liabilitas terhadap aset sebesar 77,14 persen. (*)

Penulis: Gavin D Varyn
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top