Fitch: Wijaya Karya (WIKA) Picu Lonjakan Default Obligasi Korporasi RI di 2025

fitch
Ilustrasi – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Keterlambatan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) dalam membayar bunga dan pokok obligasi menjadi faktor utama peningkatan nilai gagal bayar (default) surat utang domestik korporasi di Indonesia untuk Tahun Buku 2025.

Berdasarkan laporan Fitch Ratings yang dikirim melalui surat elektronik, Selasa (17/2), total pokok obligasi domestik yang mengalami gagal bayar melonjak menjadi Rp8,8 triliun atau tertinggi sejak 2020.

Direktur PT Fitch Ratings Indonesia, Felita menilai bahwa kasus keterlambatan pembayaran —termasuk yang terjadi usai proses restrukturisasi melalui pengadilan— berkontribusi pada peningkatan jumlah kepailitan korporasi di sepanjang 2025.

Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan bahwa risiko kredit di segmen obligasi korporasi masih signifikan meskipun pasar tetap aktif. Sementara itu, Fitch memproyeksikan, penerbitan surat utang domestik korporasi non-keuangan pada 2026 bisa mencapai Rp70 triliun sampai Rp80 triliun.

Angka tersebut lebih rendah dibandingkan realisasi di sepanjang 2025 yang mencapai Rp97 triliun, namun tetap ditopang tingkat bunga lebih rendah dan kebutuhan refinancing yang lebih kecil karena hanya sedikit obligasi jatuh tempo.

Selain itu, korporasi juga diperkirakan tetap lebih memilih penerbitan di pasar domestik dibandingkan luar negeri, seiring dengan upaya mengurangi risiko nilai tukar di tengah volatilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Felita menyampaikan, penerbitan tenor panjang diperkirakan berlanjut, karena korporasi berupaya mengunci biaya pendanaan yang lebih rendah. Instrumen sukuk diproyeksikan terus bertumbuh, sejalan dengan permintaan investor yang kuat dan potensi pasar yang masih besar. (*)

Penulis: Rahmat Adi Candra
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top