
RollingStock.ID – PT Transkon Jaya Tbk (TRJA) menyampaikan kepada PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait permintaan klarifikasi atas transaksi pinjaman di 2026 yang diberikan PT Samindo Resources Tbk (MYOH) sebagai induk usaha perseroan.
Berdasarkan penjelasan manajemen TRJA dalam suratnya kepada BEI tertanggal 18 Februari 2026, emiten transportasi logistik darat ini mengungkapkan bahwa kebutuhan dana hingga Rp100 miliar sudah direncanakan sejak 2024 dan bisa dicairkan secara bertahap.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, TRJA melakukan transaksi pinjam-meminjam dengan MYOH dengan plafon Rp100 miliar. Perjanjian transaksi ini ditandatangani pada 10 Mei 2024 dan pencairan pertama dilakukan pada 13 Mei 2024 sebesar Rp50 miliar. Selanjutnya, TRJA melakukan pencairan dana kedua pada 2026 sebesar Rp25 miliar.
Menurut manajemen TRJA, dana utang tersebut digunakan untuk kebutuhan operasional, termasuk pembayaran kepada vendor penyediaan mobil. Transaksi tidak direalisasikan sekaligus pada 2024, karena pencairan dana dilakukan sesuai kebutuhan yang diperlukan perseroan.
Terkait jeda waktu hingga pencairan kedua pada 2026, TRJA menyampaikan tidak terdapat perubahan kondisi pasar, asumsi keuangan, profil risiko usaha maupun faktor material lain yang berpotensi mempengaruhi nilai wajar objek transaksi sejak laporan penilaian 2024 hingga pelaksanaan transaksi kedua pada 2026.
Sebelumnya, manajemen MYOH menyebutkan, perseroan telah mencairkan pinjaman tahap kedua sebesar Rp25 miliar kepada TRJA, dengan tingkat bunga sebesar 7,9 persen per tahun. Dana pinjaman Rp25 miliar digunakan untuk kebutuhan operasional TRJA, terutama pembayaran kepada vendor penyediaan mobil.
Manajemen MYOH menyatakan bahwa TRJA sudah mempertimbangkan alternatif pendanaan lain, namun lebih memilih pinjaman dari entitas terafiliasi dikarenakan prosesnya lebih cepat dan fleksibel. Fasilitas pinjaman dijamin dengan agunan berupa kendaraan bermotor dan piutang usaha sebesar Rp100 miliar. (*)
Penulis: Syafril JA Surya
Editor: Milva Sary
